https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bf89229b-129f-4fbf-be85-b56cbff1ba46.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bf89229b-129f-4fbf-be85-b56cbff1ba46.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bf89229b-129f-4fbf-be85-b56cbff1ba46.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bf89229b-129f-4fbf-be85-b56cbff1ba46.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bf89229b-129f-4fbf-be85-b56cbff1ba46.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bf89229b-129f-4fbf-be85-b56cbff1ba46.jpeg

Honda Konfirmasi Korban Tewas Karena Airbag di Malaysia

17 May 2016

dilihat 28x

Honda Malaysia Sdn Bhd, anak perusahaan Honda Motor Co. memastikan inflator airbag Takata menyebabkan dua orang tewas pada bulan April dan Mei.



Kecelakaan yang terjadi 16 April di Sabah, Kalimantan Utara melibatkan 2006 Honda City, sementara kecelakaan 1 Mei terjadi di negara bagian Kedah, melibatkan 2003 Honda City. Kedua sedan ini dirakit di Malaysia dan termasuk produk yang di recall yang di umumkan Mei 2015 dan Desember 2014.

Kedua korban ini menambah total korban tewas di Malaysia akibat airbag Takata menjadi 3 orang dan total 13 orang diseluruh dunia.

Korban pertama adalah wanita hamil yang tewas setelah serpihan besi dari letupan airbag melukai lehernya. Dalam kecelakaan di Sarawak itu, ibu ini duduk dikursi penumpang.

“Honda Malaysia kembali mendesak para pemilik kendaraan Honda yang masuk dalam update inflator Takata untuk segera membawa mobilnya ke dealer resmi Honda untuk perbaikan,” demikian pernyataan resmi Honda Malaysia.

Kasus airbag ini menyebabkan recall puluhan juta mobil dari belasan merek di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Karena skandal ini, Takata, produsen airbag ketiga terbesar didunia kembali merugi. Tahun fiscal 2015 – 2016 yang berakhir Maret lalu perusahaan ini mengalami kerugian 20 miliar Yen (USD 188 juta).

0 Komentar


Tambah Komentar