https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/674cd560-0969-43fa-ac53-683cd029a465.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6d297bc9-7327-4d66-bf58-2df0ff11bd83.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c2e9c07d-6dd8-4dcb-956d-ff10c319c3e2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d15dc13c-27d3-4fcc-a174-d0a308c19dc9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/95cd5add-f62e-44e9-8026-1633076ffe2d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a8e57671-9014-461f-b9d6-993b093211c4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/674cd560-0969-43fa-ac53-683cd029a465.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6d297bc9-7327-4d66-bf58-2df0ff11bd83.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a8e57671-9014-461f-b9d6-993b093211c4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/674cd560-0969-43fa-ac53-683cd029a465.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6d297bc9-7327-4d66-bf58-2df0ff11bd83.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c2e9c07d-6dd8-4dcb-956d-ff10c319c3e2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d15dc13c-27d3-4fcc-a174-d0a308c19dc9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/95cd5add-f62e-44e9-8026-1633076ffe2d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a8e57671-9014-461f-b9d6-993b093211c4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/674cd560-0969-43fa-ac53-683cd029a465.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6d297bc9-7327-4d66-bf58-2df0ff11bd83.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c2e9c07d-6dd8-4dcb-956d-ff10c319c3e2.jpeg

Hacker Ini Temukan Fitur “God Mode” Dalam Fitur Tesla Self Driving Beta

20 June 2023

dilihat 131x

Mobilku.com -  Seorang peretas belum lama ini menemukan sebuah fitur "God Mode" yang tersembunyi di dalam perangkat lunak Tesla Full Self Driving Beta. Dalam akun sosial medianya, hacker tersebut bahkan mengungkapkan bahwa fitur itu secara internal diberi nama sebagai “Elon Mode”. 


Dalam mode tersebut sang hacker melihat jika mode tersebut jauh lebih cuek saat mobil melaju menggunakan mode self driving. Biasanya, sistem Tesla dikenal sangat cerewet untuk mengingatkan pengemudi agar terus berhati-hati dan tetap waspada. SIstem ini bahkan langsung menegur pengemudi jika melepaskan tangan atau bahkan mengalihkan pandangan ketika mode self driving aktif.


Peretas topi putih yang dimaksud, Green, menemukan Elon Mode dan mengujinya dalam perjalanan sejauh 600 mil. Rupanya, dalam Mode Elon, peringatan tabrakan kedepan lebih sering dipicu, tetapi perbedaan utamanya adalah penurunan yang signifikan pada cerewet roda kemudi.


Menurut standar tingkat mengemudi otonom yang ditetapkan oleh Society of Automotive Engineers (SAE), tangan pengemudi harus tetap berada di kemudi meskipun sistem Level 2 seperti FSDB sedang aktif. 


Tidak peduli seberapa besar keinginan para fanboy Tesla untuk memperdebatkan hal tersebut, Tesla self-driving masih berada di Level 2. Honda adalah pembuat mobil pertama yang mencapai Level 3, diikuti oleh Mercedes, pabrikan pertama yang mendapatkan izin untuk menggunakannya di AS.


Elon Mode yang baru ditemukan menunjukkan bahwa Tesla sedang bekerja menuju Level 3. Akhir tahun lalu, Elon Musk men-tweet tanggapan kepada pengguna Twitter, menyiratkan bahwa sistem yang cerewet ini akan dihapus pada Januari 2023. Akan tetapi hingga saat ini, sistem tersebut masih ada.


Menurut sang hacker perjalanan menggunakan Elon Mode sangat menyenangkan. Dia mengakui bahwa gaya mengemudi mobilnya lebih agresif tetapi bisa menjaga kenyamanan. Dia juga percaya bahwa Tesla dapat memasarkan FSDB sebagai sistem Level 3. 


Perlu dicatat, sang hacker ini bukan mencuri Tesla orang lain. Mobil yang diretas adalah Tesla miliknya sendiri. Dia melabeli dirinya sebagai White Hat Hacker, yang memang sengaja mencari celah atau kerusakan sebuah produk, lalu memberitahu perusahaan tentang hal itu.


Hacker tersebut meretas FSDB versi terbaru (v.11.4.1), tersedia untuk pemilik Model S, 3, X, dan Y. FSDB V12 mungkin merupakan lompatan besar menuju Level 3, tetapi belum ada tanggal pasti kapan Tesla akan merilisnya.





0 Komentar


Tambah Komentar