https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7b8ca816-b4d6-42a4-8da9-eb11c6ed5bfc.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/da5bda15-4252-460e-a586-ff7ff275300a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c7a09a8e-892f-49ab-aac1-fef9cfb48212.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d4d4e95d-a8c2-42ba-84b2-6fc9077b7e16.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/52c9e72b-f4c6-48ac-913d-d7d071c83d1f.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7b8ca816-b4d6-42a4-8da9-eb11c6ed5bfc.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/da5bda15-4252-460e-a586-ff7ff275300a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/52c9e72b-f4c6-48ac-913d-d7d071c83d1f.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7b8ca816-b4d6-42a4-8da9-eb11c6ed5bfc.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/da5bda15-4252-460e-a586-ff7ff275300a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c7a09a8e-892f-49ab-aac1-fef9cfb48212.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d4d4e95d-a8c2-42ba-84b2-6fc9077b7e16.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/52c9e72b-f4c6-48ac-913d-d7d071c83d1f.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7b8ca816-b4d6-42a4-8da9-eb11c6ed5bfc.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/da5bda15-4252-460e-a586-ff7ff275300a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c7a09a8e-892f-49ab-aac1-fef9cfb48212.jpg

Gercep Dalam Elektrifikasi, Hyundai Berpotensi Kalahkan Toyota di Segmen EV

23 December 2021

dilihat 123x

Mobilku.com - Beberapa pengamat otomotif menilai jika Toyota adalah salah satu raksasa otomotif yang paling lambat bergerak menuju elektrifikasi. Pabrikan besar lainnya seperti General Motors, Volvo, Volkswagen, Ford, dan juga Hyundai Group sejauh ini adalah beberapa pabrikan yang dianggap paling siap menghadapi era mobil listrik di tahun 2030.


Untuk mengejar ketertinggalan, belum lama ini Toyota dan Lexus juga telah mengungkapkan 16 konsep EV yang akan mereka produksi di masa mendatang. Namun, Akio Toyoda selalu bersikeras bahwa EV bukanlah jawaban untuk menurunkan kadar emisi. Toyoda bahkan pernah mengatakan bahwa bergerak menuju elektrifikasi terlalu dini dan tanpa perencanaan matang bisa mengancam perusahaan.


Berbeda dengan Toyoda, CEO Hyundai, Jae Hoon Chang, punya pendekatan yang sangat berbeda terkait kehadiran era mobil listrik. Dalam wawancaranya, Chang mengatakan bahwa Hyundai sangat agresif dalam transisi menuju elektrifikasi dan ingin secepat mungkin mempersiapkan segala yang diperlukan.


“Tujuan jangka panjang kami selaku perwakilan pembuat mobil Korea Selatan adalah untuk menjual 1,7 juta EV di tahun 2026, semua berasal dari Hyundai-Kia-Genesis. Hyundai Ioniq 5 dan Kia EV6 kini sudah memasuki lantai showroom, Genesis baru-baru ini juga telah meluncurkan GV70 dan GV60 yang dibangun berdasarkan platform E-GMP yang sama dengan Ioniq 5 dan EV6,” ujar Chang.


Meskipun terdengar sangat optimis dan menjanjikan, Chang mengatakan bahwa perusahaan tidak selalu optimis tentang EV. Apa yang saat ini Hyundai Group lakukan adalah hasil dari perjalanan serta investasi besar-besaran untuk pengembangan baterai, motor listrik, dan juga R&D teknologi EV. 


Atas kerja keras dan seluruh pihak yang terkait, Hyundai Group akhirnya berhasil melahirkan arsitektur E-GMP yang kabarnya siap menopang berbagai model dari berbagai segmen kendaraaan.


Jika Toyota masih terus bersantai-santai, tidak menutup kemungkinan jika era mobil Jepang akan bisa dikalahkan oleh mobil Korea Selatan.

0 Komentar


Tambah Komentar