https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6a17be92-c831-45bc-a066-a393cdd5b6fb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f8dc6efc-7309-4dcc-b82b-dffe562c72b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/22221701-56ad-4198-b61c-37fa3996aefb.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1c73640b-b726-4663-a72c-6cc0e2b8571c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5c45ea5c-0fe6-4640-85cc-52e3f8454aea.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6a17be92-c831-45bc-a066-a393cdd5b6fb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f8dc6efc-7309-4dcc-b82b-dffe562c72b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5c45ea5c-0fe6-4640-85cc-52e3f8454aea.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6a17be92-c831-45bc-a066-a393cdd5b6fb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f8dc6efc-7309-4dcc-b82b-dffe562c72b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/22221701-56ad-4198-b61c-37fa3996aefb.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1c73640b-b726-4663-a72c-6cc0e2b8571c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5c45ea5c-0fe6-4640-85cc-52e3f8454aea.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6a17be92-c831-45bc-a066-a393cdd5b6fb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f8dc6efc-7309-4dcc-b82b-dffe562c72b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/22221701-56ad-4198-b61c-37fa3996aefb.jpeg

Formula E Semakin Dekat, Alas Bambu Hingga Tanah Rawa Jadi Cerita

01 March 2022

dilihat 91x

Mobilku.com - Pembangunan lintasan balap untuk gelaran Formula E di Kawasan Ancol, Jakarta, masih terus dikebut hingga saat ini.


Berdasarkan data yang dipaparkan oleh PT Jaya Konstruksi selaku kontraktor proyek, rencana pekerjaan pada 22 Februari ditetapkan akan selesai pada angka 19,69 persen. Namun, fakta dilapangan membuktikan bahwa mereka telah berhasil menyentuh angka penyelesaian sebanyak 28,50 persen.


Waktu pengerjaan proyek diperkirakan akan berlangsung selama 54 hari, terhitung sejak 3 Februari 2022 hingga 28 Maret 2022 mendatang. Lintasan balap Ancol ini rencananya akan dibangun dengan panjang 2.400 meter dengan jumlah tikungan sebanyak 18, serta panjang trek lurus sekitar 527 meter.


Setelah selesai dibangun, lintasan ini akan ditinjau dan diuji coba langsung oleh FEO selaku pemegang lisensi Formula E. Sampai akhirnya, Formula E resmi digelar di Ancol pada 4 Juni 2022 mendatang.


Tanah terlalu lunak, bambu dipakai sebagai alas sirkuit


Namun dibalik proses pembangunan nya, penanggung jawab konstruksi Formula E dari PT Jaya Konstruksi, Ari Wibowo mengaku ada zona tertentu yang lahannya cukup sulit untuk digarap lantaran struktur tanah yang basah dan lunak.


Dalam pembangunan sirkuit tersebut, Ari mengatakan bahwa mereka membagi menjadi lima zona, yakni zona 1, 2, 3, 4, dan 5. Nah, di zona 5 inilah yang tanah nya paling basah dan lunak. 

Zona 5 ini panjangnya 1 kilo 40 meter, jadi hampir 40 persen dari pekerjaan sirkuit ada di zona 5. itu yang paling sulit," kata Ari saat meninjau pembangunan.


Ari Wibowo menjelaskan bahwa untuk menangani masalah tersebut, mereka harus menggunakan bambu sebagai alas konstruksi untuk memperkuat tanah yang basah dan lunak. 


"Bambu itu untuk nantinya akan menjadi semacam rakitnya ya. Karena bambu itu kuat terhadap air dan dia bisa dipecah Dan diratakan," tambah Ari Wibowo saat ditanya soal penggunaan bambu.


Bekas rawa dan tempat buang lumpur


Sebagaimana diketahui, zona yang basah dan lunak ini sebelumnya juga sempat menjadi perhatian Komisi B DPRD DKI saat meninjau langsung lokasi konstruksi lintasan.


Pada Rabu, 29 Desember 2021 lalu, Sekretaris Komisi B DPRD DKI Pandapotan Sinaga merasa ragu jika lokasi yang ditetapkan sebagai zona 5 ini bisa menghasilkan kualitas sirkuit yang memadai standar internasional.


"Saya tahu area ini dulunya bekas pembuangan lumpur. Pengerukan kali, pembangunan MRT, buang lumpurnya ke sini. Ini juga dulunya rawa yang diuruk," kata Pandapotan, beberapa waktu lalu.


Zona 5 ini pun juga sempat ditinjau langsung oleh Ketua Umum PSI Giring Ganesha, dan sempat viral di sosial media. Dalam video yang Giring rekam sendiri, ia memperlihatkan dirinya berada di sebuah hamparan tanah kosong yang akan dijadikan sebagai sirkuit ajang balap mobil listrik tersebut. 


Pengamatan Giring di lokasi tersebut memperlihatkan sebagian area masih ditumbuhi rerumputan, serta tumpukan akar bakau di beberapa titik. Bahkan pada saat merekam video, tiba-tiba kaki giring terperosok ke dalam tanah yang basah. Sampai akhirnya, ia berhasil keluar dari lumpur berkat bantuan orang lain.

0 Komentar


Tambah Komentar