https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/56de70a8-0338-47b5-82d8-ca1d66fc2d95.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cbd9e39b-2f3f-47e4-8d30-6ca3fd66ce0d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f2a38c44-cc73-48ce-8b97-6774d9334c4e.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4aa1fcf6-ffeb-4bb9-ad13-6b35d8d8b32d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/56de70a8-0338-47b5-82d8-ca1d66fc2d95.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cbd9e39b-2f3f-47e4-8d30-6ca3fd66ce0d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4aa1fcf6-ffeb-4bb9-ad13-6b35d8d8b32d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/56de70a8-0338-47b5-82d8-ca1d66fc2d95.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cbd9e39b-2f3f-47e4-8d30-6ca3fd66ce0d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f2a38c44-cc73-48ce-8b97-6774d9334c4e.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4aa1fcf6-ffeb-4bb9-ad13-6b35d8d8b32d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/56de70a8-0338-47b5-82d8-ca1d66fc2d95.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cbd9e39b-2f3f-47e4-8d30-6ca3fd66ce0d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f2a38c44-cc73-48ce-8b97-6774d9334c4e.JPG

Fitur Autopilot Tesla Sebabkan Kecelakaan, Pria Ini Didakwa Pasal Pembunuhan

20 January 2022

dilihat 84x

Mobilku.com - Menurut laporan terbaru dari The Washington Pos, seorang pemilik/pengemudi Tesla dikabarkan telah didakwa atas kejahatan menerobos lampu merah dengan sistem Autopilot aktif, yang menyebabkan kecelakaan hingga menewaskan dua orang.


Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah dimana seseorang didakwa melakukan kejahatan yang menyebabkan kecelakaan saat fitur bantuan pengemudi sedang diaktifkan. Namun anehnya, jaksa dalam kasus tersebut tidak menyebut Autopilot yang bersalah melainkan sang pengemudi yang lalai.


Kecelakaan ini sebenarnya terjadi pada tahun 2019, namun sidang pembacaan dakwaan baru dilakukan beberapa bulan yang lalu. Pengemudi yang bernama Kevin George Aziz Riad (27) diketahui sedang mengendarai Tesla Model S dengan fitur Autopilot menyala ketika dirinya menerobos lampu merah dan menabrak sebuah Honda Civic yang dikendarai oleh Gilberto Alcazar Lopez dan Maria Guadalupe Nieves-Lopez. 


Satu orang di Tesla kabarnya dibawa kerumah sakit karena luka ringan, sedangkan dua orang dalam Honda Civic dikabarkan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.


Bagian paling menarik dari kisah yang sangat tragis ini adalah bahwa fitur Autopilot yang digunakan dalam Model S tidak disebutkan oleh jaksa penuntut saat persidangan. Dalam kasus ini, semua kesalahan yang terjadi menjadi tanggung jawab pengemudi, dan tidak ada satupun kesalahan mengenai Tesla.


Banyak pihak berpendapat jika jaksa mencoba menyalahkan Autopilot Tesla, itu sama saja membuka peperangan baru dengan Tesla. Dan jika Tesla terbukti bersalah atas fitur Autopilotnya, maka sistem tersebut berpotensi mengakibatkan kecelakaan di masa depan kepada siapapun yang menggunakannya. Yang berujung, tindakan investigasi penuh kepada seluruh unit Tesla yang memiliki fitur Autopilot. 


Untuk saat ini sang pengemudi Tesla dinyatakan tidak bersalah, dan masih dinyatakan bebas dengan jaminan. Kabarnya pihak korban berencana akan mengajukan banding, tetapi hingga saat ini belum ada informasi kapan mereka akan melakukannya.

0 Komentar


Tambah Komentar