https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d745094c-7ced-45fc-9ce7-682cdd0fcc37.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a2c0a708-e895-4538-be9e-f448ab9ddec9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/71690ff2-1267-4279-825b-45cb9579d79b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/015d61f5-74cf-4ba3-ac4b-c5a8127aca3b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0e331c4f-9842-4416-8ad7-bd845bb817f5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d745094c-7ced-45fc-9ce7-682cdd0fcc37.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a2c0a708-e895-4538-be9e-f448ab9ddec9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0e331c4f-9842-4416-8ad7-bd845bb817f5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d745094c-7ced-45fc-9ce7-682cdd0fcc37.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a2c0a708-e895-4538-be9e-f448ab9ddec9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/71690ff2-1267-4279-825b-45cb9579d79b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/015d61f5-74cf-4ba3-ac4b-c5a8127aca3b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0e331c4f-9842-4416-8ad7-bd845bb817f5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d745094c-7ced-45fc-9ce7-682cdd0fcc37.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a2c0a708-e895-4538-be9e-f448ab9ddec9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/71690ff2-1267-4279-825b-45cb9579d79b.jpeg

Erick Thohir Ajak PLN Dan IBC Gandeng Perusahaan China Dalam Pengembangan Baterai EV

06 July 2023

dilihat 113x

Mobilku.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara RI (BUMN) Erick Thohir mengajak PT PLN (Persero) dan Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk menggandeng Fulcrum Consortium untuk mengembangkan teknologi baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). 


Langkah strategis bersama salah satu perusahaan energi asal China itu diungkapkan Erick Thohir usai melakukan kunjungan kerja ke Hong Kong pada Selasa (4/7/2023). Menurut Erick, kerja sama di tingkat global ini sangat berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia seraya membangun landasan yang kokoh bagi perusahaan domestik di masa depan.


"Selama bertahun-tahun kita telah menyaksikan kemajuan dan pencapaian yang luar biasa dari pasar domestik dan internasional kita. Pencapaian yang luar biasa ini dapat dilihat dari konsolidasi net profit dan State Owned Enterprises (SOE) Indonesia yang terus meningkat," ujar Erick dalam keterangannya.


Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Sri Mulyati menyampaikan PLN akan mendampingi IBC untuk menjalin kemitraan dengan Fulcrum terkait pengembangan teknologi baterai kendaraan listrik. 


Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. "Mereka sudah punya teknologinya, khususnya untuk memproduksi baterai kendaraan listrik. Jadi, dari partnership ini kita bisa kembangkan teknologinya," kata dia.


Melalui kolaborasi dengan Fulcrum, IBC diharapkan bisa berkembang dan menjadi perusahaan baterai kelas dunia, sehingga potensi Indonesia sebagai negara yang memiliki mayoritas bahan baku baterai kendaraan listrik, bisa dimaksimalkan. 


Sementara itu, Direktur Utama IBC Toto Nugroho menambahkan, kemitraan IBC dengan Fulcrum tidak hanya strategis dari sisi teknologi, tetapi juga penataan bisnis kendaraan listrik. Lewat kolaborasi ini akan terbuka banyak kesempatan investasi dalam rantai bisnis energi, khususnya kendaraan listrik. 


"Ini membuka peluang besar kita untuk mengeksplo sumber daya baterai yang mayoritasnya Indonesia punya. Kemitraan ini sangat strategis karena kita membutuhkan kolaborasi di bidang teknologi dan China telah mengembangkannya selama bertahun-tahun," kata Toto.



0 Komentar


Tambah Komentar