https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a7dd0810-d53d-472b-879a-cbde561d74b1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/371ade3b-330e-4840-b64f-9f0dc9072487.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/54a2bac6-68e1-4321-934b-89905d3ec4d3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f93cf782-94dd-4d7a-8333-99d345f10cdf.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d4e838a4-55b0-44ec-878e-84659d6f6fea.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a7dd0810-d53d-472b-879a-cbde561d74b1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/371ade3b-330e-4840-b64f-9f0dc9072487.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d4e838a4-55b0-44ec-878e-84659d6f6fea.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a7dd0810-d53d-472b-879a-cbde561d74b1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/371ade3b-330e-4840-b64f-9f0dc9072487.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/54a2bac6-68e1-4321-934b-89905d3ec4d3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f93cf782-94dd-4d7a-8333-99d345f10cdf.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d4e838a4-55b0-44ec-878e-84659d6f6fea.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a7dd0810-d53d-472b-879a-cbde561d74b1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/371ade3b-330e-4840-b64f-9f0dc9072487.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/54a2bac6-68e1-4321-934b-89905d3ec4d3.jpg

Elon Musk Tawarkan Lisensi Teknologi Tesla ke Audi

30 July 2020

dilihat 79x

Mobilku.com - Sebelumnya CEO Audi Markus Duesmann pernah mengatakan bahwa teknologi Audi tertinggal dua tahun di belakang Tesla perihal kekuatan komputasi EV dan teknologi self-driving. Pengakuan tersebut bisa dianggap sebuah masalah besar dengan menyebut kompetitor lebih unggul. Namun hal tersebut malah mendatangkan manfaat yang tidak terduga.


Mendengar pernyataan tersebut, CEO Tesla, Elon Musk memutuskan untuk menawarkan bantuan kepada perusahaan lain yang mencoba mengejar ketinggalan dari Tesla. Secara khusus, melalui akun Twitter miliknya, Elon Musk mengatakan bahwa Tesla akan bersedia melisensikan perangkat lunaknya dan menyediakan baterai serta powertrains kepada produsen lain termasuk Audi. Mungkin hal tersebut terdengar bijak dan murah hati, namun ini bisa menjadi ancaman bagi Tesla dengan membagikan “rahasia dapur” milik perusahaan.


Menawarkan lisensi teknologi Tesla bukanlah hal yang baru, karena sebelumnya perusahaan juga telah menawarkan teknologi supercharger miliknya kepada perusahaan lain hanya dengan membayar biaya lisensi. Namun, karena hingga saat ini belum ada yang berminat, Elon Musk menawarkan Audi secara khusus teknologi tersebut, dan dapat diasumsikan bahwa harga lisensi teknologi Tesla sepertinya akan sangat mahal.


Bayangkan saja jika model Audi E-Tron tersedia dengan teknologi Tesla Model X, sebuah penawaran yang benar-benar sangat menggoda. Namun jika melihat faktanya, hal tersebut sepertinya tidak akan terjadi dikarenakan setiap pabrikan kini telah mengeluarkan jutaan bahkan milyaran dollar untuk biaya riset teknologi EV. Akan tetapi akan cukup masuk akal jika perusahaan EV kecil seperti, Faraday Future atau Lucid untuk dapat memulai produknya menggunakan apa yang sudah Tesla gunakan. Secara teori, ini akan memungkinkan perusahaan kecil tersebut untuk meluncur ke pasar dengan produk yang lebih kompetitif.

0 Komentar


Tambah Komentar