https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/83802ce6-d06e-43fc-893a-c7d420e8c7c5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/abce0d1d-e88b-4556-9bf3-c7c0f5a08cc0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3df17a2d-a289-4859-94bf-5ba0d0ed8f51.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/19e7672b-b726-4b87-ab26-868d4aa9b7d1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5ab332da-35fb-48a5-9aaa-b8c26844548c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/18b1a245-9d72-4b4f-aa56-ddffed3a45b3.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/83802ce6-d06e-43fc-893a-c7d420e8c7c5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/abce0d1d-e88b-4556-9bf3-c7c0f5a08cc0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/18b1a245-9d72-4b4f-aa56-ddffed3a45b3.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/83802ce6-d06e-43fc-893a-c7d420e8c7c5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/abce0d1d-e88b-4556-9bf3-c7c0f5a08cc0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3df17a2d-a289-4859-94bf-5ba0d0ed8f51.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/19e7672b-b726-4b87-ab26-868d4aa9b7d1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5ab332da-35fb-48a5-9aaa-b8c26844548c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/18b1a245-9d72-4b4f-aa56-ddffed3a45b3.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/83802ce6-d06e-43fc-893a-c7d420e8c7c5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/abce0d1d-e88b-4556-9bf3-c7c0f5a08cc0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3df17a2d-a289-4859-94bf-5ba0d0ed8f51.jpg

Dulu Borong Puluhan Unit Maserati, Kini Pemerintah Papua Nugini Bingung Mau Dijual Kemana

06 October 2021

dilihat 1.879x

Mobilku.com - Pemerintah Papua Nugini diketahui telah membeli puluhan unit mobil mewah Maserati pada tahun 2018 lalu saat menjadi tuan rumah Konferensi APEC. Pembelian itu juga dilakukan sebagai upaya mengangkat martabat negara sebagai tuan rumah APEC 2018.


Masing-masing mobil tersebut dibeli dengan harga US$ 142.000, atau setara dengan Rp 2 miliar lebih pada saat itu. Keputusan membeli Maserati sebagai armada Konferensi APEC ini bahkan menimbulkan banyak pertanyaan, apalagi Papua Nugini merupakan salah satu negara yang masih masuk kategori negara miskin.


BBC melaporkan bahwa Papua Nugini merupakan salah satu negara termiskin di APEC. Tercatat 40% warganya memiliki pendapatan kurang dari US$ 1 per hari berdasarkan data yang dirilis PBB.


Yang membuat pembelian mobil mewah tersebut semakin menjadi kontroversi bukanlah tawaran harga yang sangat tinggi. Melainkan produk Maserati sebenarnya tidak dijual secara resmi di Papua Nugini, pemerintah negara tersebut membelinya dari sebuah dealer yang ada di Sri Lanka.


Selain 40 unit Maserati, sebuah laporan mengatakan bahwa pemerintah Papua Nugini juga telah membeli tiga Bentley Flying Spurs untuk acara yang sama, dengan harga sekitar Rp 3,2 miliar. Lagi-lagi tanpa mempertimbangkan apakah resmi atau tidak.


Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Papua Nugini menyebut bahwa jajaran mobil mewah itu akan mereka jual kembali setelah Konferensi APEC selesai. Mereka juga yakin bahwa mobil Maserati bekas tersebut akan mudah terjual dan laku dengan cepat. 


Namun pada kenyataannya, setelah 3 tahun berselang mobil-mobil mewah tersebut sampai saat ini hanya dua yang berhasil dijual.


"Jika saja kami bisa memprediksi, sedari awal Maserati-Maserati itu tak akan dibeli. Kami membuat kesalahan besar. Jika tak ada dealer Maserati di Papua Nugini, maka tidak ada alasan untuk mempertanyakan," ujar menteri keuangan John Pundari.


Karena kesulitan menjualnya, pemerintah Papua Nugini akhirnya memutuskan untuk menjual Maserati itu dengan harga diskon. Bagi yang berminat, kalian bahkan bisa menebusnya dengan harga Rp 1,6 miliar saja. Tetapi harus berangkat ke Papua Nugini terlebih dahulu.


Selain mobil mewah, sebenarnya ada 300 unit mobil lainnya yang juga diimpor oleh pemerintah Papua Nugini. Di antaranya ada Toyota Land Cruiser, Ford, Mazda, dan juga Mitsubishi Pajero. Namun, sebagian dari mobil tersebut telah hilang entah kemana.


Sebagai perbandingan, pada tahun 2015 Filipina menggunakan BMW saat menjadi tuan rumah Konferensi APEC. Setelah konferensi selesai, puluhan unit BMW tersebut langsung berhasil dijual kembali berkat bantuan dealer-dealer BMW yang ada di sana.

1 Komentar


Listiyanto

Mantap gan

0 Balasan

Reply

Tambah Komentar