https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6f4e7631-0492-46c8-8eec-53410ee6de81.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f04cc2ba-867c-4916-9d3c-dcb4d242c6c9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/45d8ecce-3186-4701-b34e-83f69bc479c5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c6b625f0-ff07-4bb4-acdb-b61850da25bd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a5013452-5642-477a-b261-51a4ea7c8a30.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6f4e7631-0492-46c8-8eec-53410ee6de81.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f04cc2ba-867c-4916-9d3c-dcb4d242c6c9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a5013452-5642-477a-b261-51a4ea7c8a30.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6f4e7631-0492-46c8-8eec-53410ee6de81.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f04cc2ba-867c-4916-9d3c-dcb4d242c6c9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/45d8ecce-3186-4701-b34e-83f69bc479c5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c6b625f0-ff07-4bb4-acdb-b61850da25bd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a5013452-5642-477a-b261-51a4ea7c8a30.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6f4e7631-0492-46c8-8eec-53410ee6de81.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f04cc2ba-867c-4916-9d3c-dcb4d242c6c9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/45d8ecce-3186-4701-b34e-83f69bc479c5.jpeg

Diserang Hackers, Puluhan Taxi Online Di Rusia Dapat Pesanan Duplikat

06 September 2022

dilihat 182x

Mobilku.com - Serangan hackers belum lama ini telah menyebabkan kekacauan bear di kota Moskow, Rusia, dimana mereka mengambil alih layanan taksi online terbesar milik Yandex. 


Sumber media Rusia melaporkan akibat serangan tersebut terjadi kemacetan lalu lintas para yang berlangsung hingga dua jam. Hingga artikel ini ditayangkan, serangan tersebut belum diketahui dari mana asalnya.


Hackers tersebut sepertinya melakukan pesanan secara masif, hingga mengumpulkan taksi online di satu tempat yang sama. Polisi yang berada di tempat kejadian pun tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan taksi terus berdatangan memenuhi tempat tersebut.


Merespon kejadian itu, pihak Yandex mengatakan bahwa mereka akan mengubah algoritma pada sistem mereka sehingga insiden seperti itu tidak akan terjadi lagi di masa depan. Yandex bahkan akan memberikan kompensasi untuk semua pengemudi yang terkena pemesanan palsu.


Hal serupa sempat terjadi awal tahun ini, di mana taksi otonom di San Francisco berkumpul di satu tempat. Butuh waktu berjam-jam sebelum akhirnya para karyawan muncul dan mengemudikan kendaraan secara manual kembali ke markas.


Namun pihak perusahaan mengatakan bahwa hal tersebut terjadi lantaran adanya kerusakan sistem, bukan serangan hackers.


0 Komentar


Tambah Komentar