https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9f6952d6-49b9-4861-bd44-94a8a1d7dea0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d8c29a01-6285-4dda-929d-e84acfaed9a2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bd5e2a9a-ccab-44f3-8bcf-4dbe96c47ef3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/552b8613-996a-4558-9bb3-391b9956ca55.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cd5e4ac3-85e6-4ae0-9122-d3e365227a69.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9f6952d6-49b9-4861-bd44-94a8a1d7dea0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d8c29a01-6285-4dda-929d-e84acfaed9a2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cd5e4ac3-85e6-4ae0-9122-d3e365227a69.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9f6952d6-49b9-4861-bd44-94a8a1d7dea0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d8c29a01-6285-4dda-929d-e84acfaed9a2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bd5e2a9a-ccab-44f3-8bcf-4dbe96c47ef3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/552b8613-996a-4558-9bb3-391b9956ca55.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cd5e4ac3-85e6-4ae0-9122-d3e365227a69.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9f6952d6-49b9-4861-bd44-94a8a1d7dea0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d8c29a01-6285-4dda-929d-e84acfaed9a2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bd5e2a9a-ccab-44f3-8bcf-4dbe96c47ef3.jpg

Diserang Hacker, Toyota Hentikan Sementara 14 Pabrik di Jepang. Rusia Jadi Dalangnya?

01 March 2022

dilihat 143x

Mobilku.com - Sebuah serangan siber dikabarkan telah memaksa Toyota untuk menutup pabriknya di Jepang, dan memaksa mereka menghentikan produksi 13.000 unit mobil keluaran terbaru guna melakukan investigasi.


Menurut hasil investigasi Toyota, serangan itu diarahkan kepada pemasok utama komponen plastik dan juga sistem perusahaan. Yang jika dibiarkan, akan mengganggu kegiatan produksi dalam skala besar.


Pihak Toyota menjelaskan bahwa serangan tersebut telah menimpa pemasok Kojima Industries, hingga berujung membuat Toyota harus menangguhkan 28 jalur perakitan di 14 pabrik agar kerusakan tidak melebar.


“Kami meminta maaf kepada pemasok dan pelanggan kami atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar perwakilan Toyota dalam sebuah pernyataan.


Sejauh ini belum ada informasi mengenai siapa yang berada di balik serangan siber tersebut. Namun, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah akan menyelidiki apakah ada keterlibatan Rusia atau tidak. 


Sulit untuk mengatakan apakah ini ada hubungannya dengan Rusia sebelum melakukan pemeriksaan menyeluruh,” ujar Kishida.


Pemerintah Jepang sejauh ini mendukung keputusan AS dan sekutu Barat lainnya yang berusaha menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia. 


Jepang bahkan setuju untuk mendukung pemblokiran beberapa bank Rusia agar tidak bisa mengakses sistem pembayaran internasional SWIFT, dan telah mengirim $100 juta sebagai dana bantuan kemanusian untuk Ukraina.


Musibah yang dialami industri otomotif seakan tidak ada hentinya. Pasca meredanya pandemi, mereka harus dihadapkan dengan krisis chip semiconductor yang hingga saat ini masih menghantui. Dengan adanya rentetan musibah yang terjadi, produsen mobil telah dipaksa untuk menghentikan operasional pabrik dan membatalkan shift kerja sebagai upaya meredakan situasi. Stay strong sektor otomotif!

0 Komentar


Tambah Komentar