https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b8b16e76-fbb5-4aac-b432-c4a6abcedcd5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4cac6e9d-c5c5-4449-8ee7-b84a212219d9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/01a916b4-79af-417d-ab9f-bf68572bc6ce.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/71a06203-1783-4958-b564-145335268f14.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/055b265b-f89c-4342-8217-78c9b40015e9.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b8b16e76-fbb5-4aac-b432-c4a6abcedcd5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4cac6e9d-c5c5-4449-8ee7-b84a212219d9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/055b265b-f89c-4342-8217-78c9b40015e9.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b8b16e76-fbb5-4aac-b432-c4a6abcedcd5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4cac6e9d-c5c5-4449-8ee7-b84a212219d9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/01a916b4-79af-417d-ab9f-bf68572bc6ce.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/71a06203-1783-4958-b564-145335268f14.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/055b265b-f89c-4342-8217-78c9b40015e9.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b8b16e76-fbb5-4aac-b432-c4a6abcedcd5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4cac6e9d-c5c5-4449-8ee7-b84a212219d9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/01a916b4-79af-417d-ab9f-bf68572bc6ce.jpeg

Dipersulit Masuk Uni Eropa, BYD China Langsung Bangun Pabrik Di Turki & Hungaria

10 July 2024

dilihat 112x

Mobilku.com - BYD dilaporkan telah resmi berinvestasi di Turki dengan angka senilai $ 1 miliar  atau Rp 16,3 triliun. Investasi tersebut digunakan untuk membangun pabrik baru yang rencananya beroperasi pada 2026 mendatang dengan kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun.


Upaya BYD membangun pabrik di Turki adalah siasat untuk menghindari bea masuk tambahan dan bisa lebih mudah mengekspor mobil mereka ke negara-negara Eropa.


Seperti diketahui, Uni Eropa tengah berusaha menjegal ekspor mobil China ke wilayah mereka dengan bea masuk tambahan yang tinggi. Pada saat yang sama, Turki juga mengenakan bea masuk tambahan sebesar 40% untuk mobil yang diimpor dari negeri Tirai Bambu.


Melihat respon tersebut BYD pun langsung melakukan keputusan strategis untuk menyiasati upaya penjegalan itu, yakni dengan membangun pabrik di Turki. Pabrik ini akan memungkinkan produsen mobil China tersebut terhindar dari tarif bea masuk tambahan sebesar 40%. Selain itu, mobil BYD buatan Turki akan terhindar dari tarif tambahan Uni Eropa karena Perjanjian Perdagangan Bebas.


Pada 8 Juli 2024, Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Mehmet Fatih Kacir, mengatakan bahwa Presiden Erdogan telah menandatangani proyek pembangunan pabrik dengan Ketua dan CEO BYD, Wang Chuanfu. 


Menteri Mehmet Fatih mengatakan bahwa fasilitas tersebut akan mulai berproduksi pada tahun 2026, dan akan mempekerjakan hingga 5.000 orang. Tak hanya itu, BYD juga akan meluncurkan pusat R&D di Turki.


Selain Turki, BYD juga mengumumkan pendirian pabrik produksi mobil penumpang di Szeged, Hungaria. Pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2025 atau awal tahun 2026 dengan volume produksi tahunan sebesar 100.000 unit.



0 Komentar


Tambah Komentar