https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ded40036-e71c-4570-b38a-ac3d80b92848.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/457a6869-8d4a-4591-99ad-9eca4c93b7a5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3cd44100-0d34-4f3e-b08b-eeefd5fafc03.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e0128577-262b-4bd4-8190-fbc1d628409c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e3ddca2b-90a5-4f93-8f25-1e2b7d7df67c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ded40036-e71c-4570-b38a-ac3d80b92848.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/457a6869-8d4a-4591-99ad-9eca4c93b7a5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e3ddca2b-90a5-4f93-8f25-1e2b7d7df67c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ded40036-e71c-4570-b38a-ac3d80b92848.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/457a6869-8d4a-4591-99ad-9eca4c93b7a5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3cd44100-0d34-4f3e-b08b-eeefd5fafc03.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e0128577-262b-4bd4-8190-fbc1d628409c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e3ddca2b-90a5-4f93-8f25-1e2b7d7df67c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ded40036-e71c-4570-b38a-ac3d80b92848.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/457a6869-8d4a-4591-99ad-9eca4c93b7a5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3cd44100-0d34-4f3e-b08b-eeefd5fafc03.jpeg

Diduga Curangi Data Emisi Di Jepang, Hino Terpaksa Hentikan 60 Persen Pengiriman Tahun Ini

24 August 2022

dilihat 83x

Mobilku.com - Skandal pemalsuan data emisi yang berdampak pada Hino Motors dikabarkan semakin membengkak hingga mengenai beberapa produk terbaru mereka.


Skandal ini pertama kali terungkap pada bulan Maret lalu, yang diperkirakan terjadi pada beberapa model kendaraan Hino. Sejak saat itu, penyelidikan yang dilakukan oleh kementerian transportasi Jepang telah menemukan kembali pelanggaran tambahan yang berdampak pada lebih dari 76.000 model truk kecil.


Toyota mengkonfirmasi bahwa model yang terkena rata-rata menggunakan mesin diesel 4.0 liter. Mereka juga mencatat bahwa nilai uji ketahanan performa emisi dihitung berdasarkan data dari satu pengukuran, sedangkan angka ini seharusnya dihitung berdasarkan data dari beberapa pengukuran.


Sejauh ini Hino telah menghentikan pengiriman kendaraan yang terindikasi memiliki emisi buruk, yang berarti mereka telah menghentikan pengiriman sekitar 60 persen kendaraannya tahun ini. Satoshi Ogiso selaku Presiden Hino mengatakan bahwa perusahaan belum menemukan contoh kendaraannya melebihi batas emisi dan bahwa kesalahan itu hanya karena kurangnya pemahaman tentang peraturan.


“Sebagai produsen mobil, sangat penting bagi kita untuk memiliki pemahaman menyeluruh tentang aturan dan regulasi untuk merilis kendaraan. Saya sudah jelaskan jika pelanggaran itu tidak disengaja,” ujar Ogiso.


Agar masalah ini tidak semakin membesar, Hino belum lama ini dikabarkan telah membentuk komite investigasi untuk menyelidiki masalah tersebut, tetapi bukan pihak yang menemukan pemalsuan tambahan, melainkan kementerian transportasi Jepang.


Mendengar masalah ini mulai beredar luas ke media, CEO Toyota Akio Toyoda mengaku sangat kecewa karena Hino telah mengkhianati harapan dan kepercayaan para pemangku kepentingannya. Toyoda berharap agar Hino bisa menyelesaikan masalah ini agar tidak melukai pelanggan yang sudah setia selama bertahun-tahun.


“Melanjutkan sejumlah kesalahan di bidang sertifikasi mesin, Hino kini berada dalam situasi dipertanyakan apakah perusahaan akan dipercaya oleh para pemangku kepentingannya. Berdasarkan pengakuan ini, kami akan mengamati dengan cermat apakah Hino dapat dilahirkan kembali sebagai perusahaan yang layak mendapatkan kepercayaan dari para pemangku kepentingannya,” tutup Toyoda.

0 Komentar


Tambah Komentar