https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/19e83c82-c1f7-4637-9f6b-b9971ca473e2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ff4ad47f-79d3-4e5b-b501-6525a669e933.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6613315b-b947-49c9-b1ea-9857249365c0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3cebc0fe-175a-4b51-a5f5-8367b032d8ca.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d2dc2471-5fa8-42f9-a907-3516fb1f0200.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/19e83c82-c1f7-4637-9f6b-b9971ca473e2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ff4ad47f-79d3-4e5b-b501-6525a669e933.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d2dc2471-5fa8-42f9-a907-3516fb1f0200.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/19e83c82-c1f7-4637-9f6b-b9971ca473e2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ff4ad47f-79d3-4e5b-b501-6525a669e933.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6613315b-b947-49c9-b1ea-9857249365c0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3cebc0fe-175a-4b51-a5f5-8367b032d8ca.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d2dc2471-5fa8-42f9-a907-3516fb1f0200.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/19e83c82-c1f7-4637-9f6b-b9971ca473e2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ff4ad47f-79d3-4e5b-b501-6525a669e933.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6613315b-b947-49c9-b1ea-9857249365c0.jpg

Didi Chuxing Resmi Jadikan NYSE Sebagai Tempat Melakukan IPO

25 March 2021

dilihat 44x

Mobilku.com - Perusahaan ride-hailing asal Tiongkok, Didi Chuxing, dikabarkan akan meninggalkan Hong Kong dan memilih Amerika Serikat sebagai tempat melakukan penawaran umum perdana (IPO) mereka.


Didi Chuxing yang mengincar valuasi sebesar $ 100 miliar tersebut, juga tengah membahas wacana terkait special-purpose acquisition company (SPAC) yang akan melibatkan beberapa perusahaan agar Didi bisa melantai di bursa Amerika Serikat. Namun menurut mereka, opsi SPAC dinilai kurang layak mengingat target valuasinya sangat besar.


Dengan target valuasi sebesar itu, Didi setidaknya harus menghargai 10% sahamnya berkisar $ 10 miliar. Hal tersebut akan menjadikan Didi sebagai perusahaan Tiongkok dengan valuasi terbesar nomor dua di Amerika Serikat, setelah Alibaba menawarkan 10% sahamnya sebesar $ 25 miliar pada tahun 2014.


Pihak Didi mengatakan bahwa perusahaan masih mempertimbangkan untuk melakukan IPO kedua mereka di Hong Kong jika IPO di A.S telah selesai. Alasan utama mereka memilih New York sebagai tempat IPO pertamanya, lantaran adanya kekhawatiran bahwa IPO di Hong Kong dapat mempersulit praktik bisnis Didi, termasuk penggunaan kendaraan tanpa izin dan pengemudi paruh waktu. 


Pihak berwenang Shanghai sebelumnya sempat memberikan denda terhadap Didi karena terbukti menggunakan kendaraan tanpa izin beberapa kali pada tahun 2019. Atas permasalahan tersebut, pihak Didi merespon dengan meluncurkan kampanye untuk meningkatkan keselamatan penumpang.


Keuntungan lain yang dilihat Didi dalam IPO New York adalah kecepatan pencatatan yang lebih dapat diprediksi dan kumpulan modal yang lebih dalam. IPO Didi yang direncanakan di Amerika Serikat tersebut diprediksi akan menambah momentum yang kuat untuk menarik investor di pasar tersebut dalam beberapa tahun terakhir, meskipun ketegangan antar kedua negara masih terus meningkat hingga saat ini.

0 Komentar


Tambah Komentar