https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/972ea71d-9110-423d-8cd6-9cc379b0bbbf.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/90796517-f857-4c87-8d96-5c704fe79fc0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b81028c6-90f3-4082-81b2-57b27399b19d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5b124711-548d-4e22-aef1-bd8c7d52b549.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c8c7c569-e950-4318-8ab1-fa12c6e22f9c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/972ea71d-9110-423d-8cd6-9cc379b0bbbf.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/90796517-f857-4c87-8d96-5c704fe79fc0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c8c7c569-e950-4318-8ab1-fa12c6e22f9c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/972ea71d-9110-423d-8cd6-9cc379b0bbbf.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/90796517-f857-4c87-8d96-5c704fe79fc0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b81028c6-90f3-4082-81b2-57b27399b19d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5b124711-548d-4e22-aef1-bd8c7d52b549.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c8c7c569-e950-4318-8ab1-fa12c6e22f9c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/972ea71d-9110-423d-8cd6-9cc379b0bbbf.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/90796517-f857-4c87-8d96-5c704fe79fc0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b81028c6-90f3-4082-81b2-57b27399b19d.jpeg

Dibalik Banyaknya Insentif EV Dari Pemerintah, Konsumen Masih Ragu Untuk Membeli

22 August 2023

dilihat 131x

Mobilku.com - Langkah pemerintah Indonesia mendukung GIIAS 2023 diharapkan menjadi katalis untuk minat produksi serta penjualan kendaraan listrik di Tanah Air. Tetapi faktanya, peminat mobil listrik di Indonesia masih dibawah target yang diharapkan.


Banyak pengunjung yang datang ke GIIAS 2023 mengatakan bahwa diskon yang diberikan saat ini masih kurang menarik. Harga EV dinilai masih terlalu mahal untuk kebanyakan konsumen. Belum lagi yang merilis mobil listrik kebanyakan pabrikan kurang favorit, yang akhirnya membuat konsumen sedikit ragu.


Pemerintah Indonesia sendiri sejatinya telah memberikan insentif sebesar 10 persen, menjadikan harga awal Hyundai Ioniq 5 sedikit lebih murah dari harga aslinya. Namun dengan harga berkisar Rp 700 jutaan, konsumen Indonesia lebih memilih mobil bensin/hybrid buatan Toyota atau Honda, karena reputasi serta harga jual kembali yang mereka nilai lebih layak.


Saat ini hanya ada dua EV yang ditawarkan dengan harga yang cukup murah, yakni Air EV Lite dari Wuling dan E1 dari Seres Group. Akan tetapi, kedua EV yang dibanderol Rp 180 jutaan tersebut masih kalah tenar dengan Daihatsu Ayla yang merupakan mobil bensin dengan harga yang sama.


Beberapa pihak mengatakan bahwa sebenarnya harga bukanlah unsur utama kenapa belum banyak orang membeli mobil listrik di Indonesia. Akan tetapi, sebagian besar konsumen di Indonesia masih melihat siapa pabrikan yang menciptakan, bagaimana proses jual kembali, serta jangkauan service center nya. Inilah mengapa, brand seperti Toyota, Mitsubishi, dan Honda lebih diharapkan oleh masyarakat untuk meluncurkan EV yang terjangkau di Indonesia.


Sebagai tambahan informasi, Indonesia adalah salah satu negara di ASEAN yang cukup aktif mendorong pertumbuhan EV. Kementerian Perindustrian Indonesia belum lama ini bahkan mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan tambahan dua tahun lagi kepada pembuat mobil untuk memenuhi syarat agar mendapatkan insentif produksi. Pengumuman tersebut juga diikuti oleh komitmen investasi dari Neta EV China dan Mitsubishi Motors untuk membangun ekosistem EV di Indonesia.


Indonesia sendiri telah menetapkan target untuk memproduksi sekitar 600.000 EV pada tahun 2030, atau 100 kali lipat jumlah yang terjual di pada paruh pertama tahun 2023.




0 Komentar


Tambah Komentar