https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/71d2bc7f-f557-494e-9dda-ac50a56ab681.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f48f27ee-de4c-48f0-ae6f-7126764cfda4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2fdd539d-d005-4de3-94c0-7a29197f6e60.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/64f9aa9e-d77f-4a87-b891-15e1dc5d2ee1.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c188db0c-5ce2-4503-b7c5-3d2ef0f32194.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/71d2bc7f-f557-494e-9dda-ac50a56ab681.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f48f27ee-de4c-48f0-ae6f-7126764cfda4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c188db0c-5ce2-4503-b7c5-3d2ef0f32194.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/71d2bc7f-f557-494e-9dda-ac50a56ab681.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f48f27ee-de4c-48f0-ae6f-7126764cfda4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2fdd539d-d005-4de3-94c0-7a29197f6e60.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/64f9aa9e-d77f-4a87-b891-15e1dc5d2ee1.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c188db0c-5ce2-4503-b7c5-3d2ef0f32194.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/71d2bc7f-f557-494e-9dda-ac50a56ab681.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f48f27ee-de4c-48f0-ae6f-7126764cfda4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2fdd539d-d005-4de3-94c0-7a29197f6e60.jpeg

Di Hantam Produsen Lokal, Mitsubishi Stop Produksi Di China

28 September 2023

dilihat 124x

Mobilku.com - Mitsubishi kabarnya akan segera mengakhiri produksinya di China setelah kesulitan bersaing dengan produsen dan jajaran EV lokal. Dengan mundurnya Mitsubishi dari pasar China, ini memberi sinyal bahwa Tiongkok memiliki kekuatan serta kredibilitas yang luar biasa di industri otomotif.


Meskipun Mitsubishi belum secara resmi mengkonfirmasi berita tersebut, Nikkei Asia melaporkan bahwa raksasa otomotif asal Jepang tersebut telah memulai pembicaraan dengan Guangzhou Automobile Group (GAC) mengenai penarikan diri dari usaha patungan perusahaan.


Mitsubishi mengatakan bahwa mereka akan menghentikan produksi dan meminta karyawannya untuk bersiap menghadapi PHK. Langkah ini menyusul periode penjualan Mitsubishi yang mengecewakan di pasar Tiongkok, dimana total penjualannya pada tahun 2022 hanya sebanyak 38.550 mobil, atau turun 60 persen dibandingkan penjualan tahun sebelumnya.


Alasan lain atas kegagalan Mitsubishi adalah pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Tiongkok yang sangat pesat. Untuk saat ini, Mitsubishi sayangnya belum berhasil mengimbangi pabrikan lokal, meski sebenarnya Mitsubishi juga menawarkan beberapa kendaraan listrik.


Ironisnya, Meskipun Mitsubishi sudah mundur dari China, GAC tetap berencana untuk membuka pabrik EV baru di Hunan untuk memproduksi lebih banyak kendaraan listrik. GAC saat ini memiliki 50 persen saham di Mitsubishi China, sedangkan sisanya dibagi antara Mitsubishi Motors dan Mitsubishi Corp.




0 Komentar


Tambah Komentar