https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fd3c1348-d814-4bd5-9aa0-63aa427cfe1c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae698aa0-fc79-4823-a8df-ae6c96fa8b69.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e65b3969-0b5b-4aaa-ab53-e22fe85e99bf.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ab2d51cc-e452-4fcb-8ecf-7523bcecce33.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/83dca9b2-dea8-4d07-99b5-b8d76b24cdb0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fd3c1348-d814-4bd5-9aa0-63aa427cfe1c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae698aa0-fc79-4823-a8df-ae6c96fa8b69.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/83dca9b2-dea8-4d07-99b5-b8d76b24cdb0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fd3c1348-d814-4bd5-9aa0-63aa427cfe1c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae698aa0-fc79-4823-a8df-ae6c96fa8b69.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e65b3969-0b5b-4aaa-ab53-e22fe85e99bf.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ab2d51cc-e452-4fcb-8ecf-7523bcecce33.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/83dca9b2-dea8-4d07-99b5-b8d76b24cdb0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fd3c1348-d814-4bd5-9aa0-63aa427cfe1c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae698aa0-fc79-4823-a8df-ae6c96fa8b69.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e65b3969-0b5b-4aaa-ab53-e22fe85e99bf.jpeg

Denda Tilang ETLE di Jakarta Tembus 10 Juta Per Bulan, Tak Patuh Hukum Atau Minim Sosialisasi?

08 July 2024

dilihat 80x

Mobilku.com - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman, mengungkapkan tercatat ada 10 juta pelanggar ETLE di Jakarta. Hal ini dinilai menjadi bukti bahwa pengendara di Jakarta tak takut dengan adanya tilang elektronik.


Latif tak merinci detail mengenai jenis kendaraan apa saja yang melanggar lalin tersebut. Latif hanya menyebut jumlah itu merupakan akumulasi dari ratusan kamera pemantau yang tersebar di jalanan Jakarta.


Latif menyebut tidak menggunakan helm merupakan salah satu jenis pelanggaran yang dominan didapati. Disusul dengan melanggar aturan ganjil genap, dan tidak menggunakan sabuk pengaman oleh pengguna kendaraan roda empat.


Padahal, penggunaan helm untuk sepeda motor dan sabuk pengaman untuk kendaraan roda empat adalah bentuk menyayangi diri sendiri. Buktinya, banyak kecelakaan maut yang timbul akibat pemotor tidak pakai helm dan pengendara atau penumpang mobil tidak pakai sabuk pengaman.


Edison Siahaan selaku Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) menilai 10 juta pelanggar per bulan, sangatlah memprihatinkan. Ini juga menjadi bukti bahwa kesadaran tertib berlalu lintas masih rendah, tetapi jumlah denda yang diperoleh sangat besar.


Edison menilai 10 juta jumlah pengendara dari berbagai jenis pelanggaran dari mulai melawan arus, melanggar rambu, tidak menggunakan helm, sabuk pengaman dan lain-lain adalah potret nyata bahwa kesadaran tertib berlalu lintas masih sangat rendah. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas belum bertumbuh dengan baik.


Maraknya penindakan melalui tilang hingga ETLE belum memberikan dampak signifikan. Dia menyarankan untuk segera dievaluasi apabila kebijakan dan upaya yang telah lama dilakukan, tetapi kurang memberikan dampak untuk mewujudkan lalu lintas yang tertib.


ITW menyarankan agar sosialisasi tertib dan keselamatan berlalu lintas harus lebih massif. Tetapi dengan melibatkan masyarakat secara langsung, bukan hanya sebagai penonton.


"ITW juga meminta agar para anggota DPR terpilih membentuk kelompok masyarakat tertib berlalu lintas di setiap daerah pemilihannya. Sehingga masyarakat tertib berlalu lintas tumbuh dari mulai daerah hingga ke pusat. Mewujudkan Kamseltibcar Lantas merupakan upaya pemerintah yang tentu harus melibatkan peran serta seluruh masyarakat," ujar Edison.




0 Komentar


Tambah Komentar