https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/beb40608-b0e2-41cb-a38f-35d5993a2731.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/50299b7a-e07d-4c2c-b699-1b3e819f6eeb.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ec0478af-f4b0-4bf0-bc43-2913c8753a38.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/02442103-9cc1-45ce-b675-b8a4ba61053a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/631455ea-bafe-4b56-a87e-a780f624831d.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/beb40608-b0e2-41cb-a38f-35d5993a2731.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/50299b7a-e07d-4c2c-b699-1b3e819f6eeb.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/631455ea-bafe-4b56-a87e-a780f624831d.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/beb40608-b0e2-41cb-a38f-35d5993a2731.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/50299b7a-e07d-4c2c-b699-1b3e819f6eeb.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ec0478af-f4b0-4bf0-bc43-2913c8753a38.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/02442103-9cc1-45ce-b675-b8a4ba61053a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/631455ea-bafe-4b56-a87e-a780f624831d.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/beb40608-b0e2-41cb-a38f-35d5993a2731.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/50299b7a-e07d-4c2c-b699-1b3e819f6eeb.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ec0478af-f4b0-4bf0-bc43-2913c8753a38.jpg

Dampak Perang Yang Tak Kunjung Usai, Renault Jual Seluruh Sahamnya di Rusia

19 May 2022

dilihat 75x

Mobilku.com - Perang antara Ukraina dan Rusia yang tak kunjung usai ternyata berdampak pada hengkangnya sejumlah perusahaan global yang sebelumnya berinvestasi di negara tersebut. Salah perusahaan yang terpaksa melakukan hal itu adalah Renault Group, yang kabarnya baru saja menjual sahamnya 100 persen di AvtoVaz Rusia.


Renault dikabarkan telah menyepakati penjualan unit bisnisnya di AvtoVaz dengan nilai 2,2 miliar euro sebagai langkah nasionalisasi akibat peperangan di Ukraina.


Perusahaan asal Prancis tersebut kabarnya akan menjual saham mayoritas di AvtoVaz kepada lembaga riset otomotif milik Rusia bernama NAMI. Sementara itu, Pemerintah Rusia akan mengambil alih pabrik perakitan AvtoVaz yang berada di dekat Moscow.


Meskipun banyak pihak yang menyayangkan langkah Renault untuk melepas AvtoVAZ, namun Renault mengatakan bahwa mereka tidak memiliki banyak pilihan atas kondisi konflik dan sanksi barat yang dijatuhkan kepada Rusia.


Renault bahkan harus rela menjual saham AvtoVAZ ke NAMI dengan nilai satu Rubel atau setara dengan US$ 0,015. Padahal penjualan Renault di Rusia terbilang sangat gemilang, dimana pada tahun lalu saja AvtoVaz selaku produsen Lada berhasil menguasai 20 persen total penjualan mobil di Rusia.


Dengan demikian, Renault akhirnya resmi mengakhiri langkahnya di Rusia yang sebelumnya. Rusia telah menjadi pasar terbesar kedua bagi Renault setelah menyepakati pembelian senilai US$1 miliar pada 2007 antara mantan CEO Carlos Ghosn dan Presiden Vladimir Putin.


“Hari ini, kami telah mengambil keputusan yang sangat sulit dan kami membuat pilihan yang bertanggung jawab terhadap 45.000 karyawan kami di Rusia, sambil mempertahankan kinerja Grup untuk kembali ke negara itu dalam waktu dekat. Saya yakin dengan kemampuan Grup Renault untuk lebih mempercepat transformasinya dan melampaui target jangka menengahnya,” kata CEO Grup Renault, Luca de Meo.


Jika Renault ingin kembali ke Rusia beberapa pakar ekonomi berpendapat bahwa mereka masih bisa melakukan buyback dengan jangka waktu 6 tahun kedepan. Jika tidak lebih dari 6 tahun, maka seluruh asset disana akan sulit didapatkan kembali.

0 Komentar


Tambah Komentar