https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1ff34755-fc3e-454e-b727-826dc977eedb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/21a327a9-4578-4695-bd09-b289c441e562.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/165c5a5c-010e-477e-b74e-f43093354f97.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7a742da0-dae8-45c4-955b-bd5f40dac5be.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/06d8dfb3-9a1a-40d4-a116-34c462e7521b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1ff34755-fc3e-454e-b727-826dc977eedb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/21a327a9-4578-4695-bd09-b289c441e562.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/06d8dfb3-9a1a-40d4-a116-34c462e7521b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1ff34755-fc3e-454e-b727-826dc977eedb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/21a327a9-4578-4695-bd09-b289c441e562.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/165c5a5c-010e-477e-b74e-f43093354f97.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7a742da0-dae8-45c4-955b-bd5f40dac5be.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/06d8dfb3-9a1a-40d4-a116-34c462e7521b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1ff34755-fc3e-454e-b727-826dc977eedb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/21a327a9-4578-4695-bd09-b289c441e562.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/165c5a5c-010e-477e-b74e-f43093354f97.jpg

COVID-19 Membuat Pasar Otomotif Dunia Menjadi Lesu

15 April 2020

dilihat 50x

Mobilku.com - Penjualan mobil di China mencatat penurunan terbesar terjadi saat coronavirus merebak. Global Pandemi ini membuat penjualan di sektor mobil menjadi lesu karena daya beli pembeli yang terus menurun.


Menurut perhitungan Asosiasi Penumpang Mobil China yang dirilis pada hari Rabu, Penjualan turun sebanyak 80% pada bulan Februari. Untuk meningkatkan potensi pasar para produsen mobil dunia terus mengucurkan miliaran dolar ke pasar mobil dengan harapan permintaan pasar bisa kembali membaik.


Tercatat mulai dari Volkswagen group, pembuat mobil listrik Tesla Inc. hingga pesaing lokal yang lebih kecil pun ikut terkena imbas. Penyebaran COVID-19 telah menghantam permintaan pasar dan produksi hingga nyaris turun 86% pada bulan Februari.


Meskipun pemerintah pusat telah menekankan pentingnya industri mobil, akan tetapi pemerintah pusat belum dapat mengungkap langkah-langkah yang tepat untuk membantu industri pada sektor ini.

0 Komentar


Tambah Komentar