https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8616f5c0-56ab-42ff-92f6-0740d59877bc.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/36ca83f6-f7fe-4a84-b690-e223c03b5c4b.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/189de791-d1bf-4719-a07d-4cb4230a4c24.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9e07f3db-90bb-47f6-b1b2-e03549967a80.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/23e85b48-9059-4b0d-aa7f-8f5beb0ad7d0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8616f5c0-56ab-42ff-92f6-0740d59877bc.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/36ca83f6-f7fe-4a84-b690-e223c03b5c4b.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/23e85b48-9059-4b0d-aa7f-8f5beb0ad7d0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8616f5c0-56ab-42ff-92f6-0740d59877bc.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/36ca83f6-f7fe-4a84-b690-e223c03b5c4b.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/189de791-d1bf-4719-a07d-4cb4230a4c24.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9e07f3db-90bb-47f6-b1b2-e03549967a80.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/23e85b48-9059-4b0d-aa7f-8f5beb0ad7d0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8616f5c0-56ab-42ff-92f6-0740d59877bc.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/36ca83f6-f7fe-4a84-b690-e223c03b5c4b.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/189de791-d1bf-4719-a07d-4cb4230a4c24.jpg

China dan Eropa Lebih Berpotensial Dalam Pengadopsian EV Secara Masif

08 January 2020

dilihat 51x

Mobilku.com - Tampaknya ada perselisihan antara ekspektasi dan realitas pasar kendaraan elektrik di Amerika Serikat. Sementara satu dekade merupakan waktu yang lebih dari cukup untuk memasarkan dan mengembangkan kendaraan jenis baru, pertumbuhan pada penjualan mobil listrik relatif lemah. Sehingga dapat dikatakan bahwa kendaraan elektrik memang masih belum menarik bagi masyarakat AS.


Para konsumen enggan untuk beralih dari mesin pembakaran internal yang disebabkan oleh segala hal mulai dari infrastruktur daya pengisian yang masih kurang matang dan juga mahalnya harga mobil listrik dibandingkan dengan mobil bahan bakar konvensional.


Penjualan mobil listrik di tahun 2018 hanya sekitar 400.000 unit. Jika Amerika Serikat ingin melihat 10% dari total penjualan mobil adalah EV, angka tersebut harus mencapai 1,7 juta unit.


Maka dari itu, seorang analis otomotif berpendapat bahwa mungkin negara AS akan didominasi oleh mobil berbahan bakar internal untuk selamanya. Jika demikian, AS bisa terus fokus untuk menurunkan emisinya hingga mendekati nol. Disisi lain, dapat diperkirakan bahwa negara Eropa akan beralih dari diesel ke elektrik. Selain Eropa, China juga sangat berpotensial bagi pasar EV untuk tumbuh.


Negara Cina sudah menjadi pasar mobil terbesar di dunia, dengan penjualan yang mencapai hampir 30 juta mobil di tahun 2018. Beberapa analis berpikir bahwa angka tersebut dapat mencapai 40 juta atau lebih berdasarkan pada apa yang mereka lihat dalam hal kepemilikan kendaraan dalam ekonomi negara maju.

0 Komentar


Tambah Komentar