https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/36ce7e2e-c80b-4054-a1a6-5dd34230887e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a5dfbcb2-b62e-43d1-8c13-8c4a769453e4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6accd5ad-2776-49fb-a8dc-e6b69bac7712.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0b38bb5c-4831-4708-8537-d233e0a24a2f.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fff64831-6f9c-480d-a60d-e48b5f54a77c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/36ce7e2e-c80b-4054-a1a6-5dd34230887e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a5dfbcb2-b62e-43d1-8c13-8c4a769453e4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fff64831-6f9c-480d-a60d-e48b5f54a77c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/36ce7e2e-c80b-4054-a1a6-5dd34230887e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a5dfbcb2-b62e-43d1-8c13-8c4a769453e4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6accd5ad-2776-49fb-a8dc-e6b69bac7712.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0b38bb5c-4831-4708-8537-d233e0a24a2f.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fff64831-6f9c-480d-a60d-e48b5f54a77c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/36ce7e2e-c80b-4054-a1a6-5dd34230887e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a5dfbcb2-b62e-43d1-8c13-8c4a769453e4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6accd5ad-2776-49fb-a8dc-e6b69bac7712.jpg

CEO Volkswagen Ingatkan Karyawannya Agar Tidak Bernasib Seperti Nokia

09 November 2020

dilihat 177x

Mobilku.com - CEO Volkswagen Herbert Diess mengingatkan karyawannya agar jangan sampai bernasib sama seperti perusahaan telekomunikasi Nokia. Ia juga mengatakan bahwa Volkswagen dan Nokia memiliki beberapa kesamaan, dimana dulu Nokia merupakan perusahaan telekomunikasi paling laris di dunia. Namun seiring dengan perubahan zaman dan tren teknologi baru yang terus bermunculan, Nokia justru malah tertinggal.


Hal yang sama mungkin sedang dirasakan oleh Volkswagen saat ini. Perusahaan mobil asal Jerman tersebut merupakan perusahaan otomotif dengan penjualan terbesar di dunia. Hanya saja saat ini tren elektrifikasi justru tengah menjadi populer sehingga menurut Herbert menilai, Volkswagen harus merespons kondisi tersebut jika tidak ingin tertinggal seperti Nokia.


"Nokia, mungkin adalah salah satu contoh yang bagus mengenai respon perubahan. Jika kamu tidak cukup cepat, maka kamu tidak akan selamat. Saya selalu mengatakan hal ini kepada karyawan kami" ucap Herbert Diess.


Herbert Diess juga menambahkan bahwa saat ini dunia otomotif tengah menghadapi dua transisi yakni transisi dalam sektor sumber daya energi terbarukan dan mobil otonom. Untuk menghadapi transisi ke elektrifikasi, Volkswagen telah melakukan banyak persiapan mulai dari pembenahan pabrik hingga ke sumber daya manusia.

0 Komentar


Tambah Komentar