https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1a15a020-3e1d-41f4-8edf-e49c29efcd7b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4bc8a86a-b424-425c-84be-2eaf079de3b5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a43d541-413b-4649-86cb-fe241243955b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e0db8c0b-456c-4098-ac60-6e00d68a55f8.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/aa731fd3-f2ec-4af2-9da7-e29e786e6955.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1a15a020-3e1d-41f4-8edf-e49c29efcd7b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4bc8a86a-b424-425c-84be-2eaf079de3b5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/aa731fd3-f2ec-4af2-9da7-e29e786e6955.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1a15a020-3e1d-41f4-8edf-e49c29efcd7b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4bc8a86a-b424-425c-84be-2eaf079de3b5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a43d541-413b-4649-86cb-fe241243955b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e0db8c0b-456c-4098-ac60-6e00d68a55f8.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/aa731fd3-f2ec-4af2-9da7-e29e786e6955.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1a15a020-3e1d-41f4-8edf-e49c29efcd7b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4bc8a86a-b424-425c-84be-2eaf079de3b5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a43d541-413b-4649-86cb-fe241243955b.jpeg

CEO Volkswagen Akui Jika Perusahaannya Sedang Kesulitan Bersaing Dengan Pabrikan Lain

29 November 2023

dilihat 104x

Mobilku.com - Volkswagen telah lama menjadi pabrikan otomotif yang dominan di Eropa. Namun saat ini, banyak hal telah berubah yang membuat salah satu raksasa otomotif Jerman tersebut sedikit kesulitan untuk berkompetisi.


Banyak faktor yang membuat Volkswagen kesulitan, jangan sampai kita melupakan kejadian pandemi virus corona dan invasi Rusia ke Ukraina yang mendatangkan malapetaka pada rantai pasokan Volkswagen. Seolah bencana alam dan perang belum cukup, masih ada dominasi Toyota dan Tesla yang semakin hari kian menggila hingga membuat Volkswagen semakin terpukul.


Produsen mobil yang berbasis di Wolfsburg ini bisa dibilang belum sepenuhnya pulih, dan masa depannya mungkin tidak dapat diprediksi. Pada bulan Juni lalu, Volkswagen mengumumkan rencana untuk memangkas biaya sebesar €10 miliar agar bisa membiayai program elektrifikasi. Dan belum lama ini, Reuters melaporkan bahwa CEO VW telah mengakui bahwa perusahaan yang dijalankannya tidak lagi mampu untuk kompetitif.


Laporan dari Reuters tersebut diambil dari postingan yang diterbitkan oleh CEO VW Thomas Schäfer, dimana ia mengatakan: "Dengan banyaknya perubahan struktur, pergeseran proses, dan biaya produksi yang semakin tinggi, kami tidak lagi kompetitif sebagai merek Volkswagen."


Pernyataan itu diduga dibuat pada rapat staf yang diadakan di Wolfsburg, di saat mereka memutuskan untuk menawarkan program pensiun dini kepada pekerja yang sudah tua sebagai salah satu upaya penghematan uang.


Saat ini Volkswagen sangat membutuhkan uang untuk membangun masa depan listriknya. Mereka juga harus menyelesaikan platform SSP yang nantinya dapat dipakai untuk memproduksi berbagai model EV. Mereka juga sedang mengerjakan evolusi MEB sambil merekayasa varian yang lebih murah untuk kendaraan listrik kecil berpenggerak roda depan seperti VW ID.2.




0 Komentar


Tambah Komentar