https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d5021f6f-40d1-479f-ae8a-2dcbaa135a4d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a627c68-7336-4893-98d2-de988ac368ce.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c78e1212-ad92-4250-9dc7-e4d832773e89.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9eb3bac1-c83d-4eb3-8865-578bc1ad762d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4b0faa77-31eb-456c-8205-91d5f10e1816.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d5021f6f-40d1-479f-ae8a-2dcbaa135a4d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a627c68-7336-4893-98d2-de988ac368ce.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4b0faa77-31eb-456c-8205-91d5f10e1816.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d5021f6f-40d1-479f-ae8a-2dcbaa135a4d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a627c68-7336-4893-98d2-de988ac368ce.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c78e1212-ad92-4250-9dc7-e4d832773e89.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9eb3bac1-c83d-4eb3-8865-578bc1ad762d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4b0faa77-31eb-456c-8205-91d5f10e1816.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d5021f6f-40d1-479f-ae8a-2dcbaa135a4d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a627c68-7336-4893-98d2-de988ac368ce.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c78e1212-ad92-4250-9dc7-e4d832773e89.jpeg

CEO BMW Lontarkan Kritik Pedas Terkait Peraturan Emisi Yang Tidak Masuk Akal

16 May 2023

dilihat 102x

Mobilku.com - Oliver Zipse, CEO BMW belum lama ini secara blak-blakan menyampaikan kritik pedasnya terhadap peraturan emisi Euro 7. 


Pria berusia 59 tahun itu mengkritik kondisi lingkungan pengujian di Eropa yang tidak realistis, yang menurutnya memberi tekanan besar pada pabrikan otomotif.


Peraturan tersebut mengatur bahwa mulai Juli 2025, produsen mobil diharapkan dapat mengurangi emisi sebesar 35% dan mengurangi partikulat dari knalpot sebanyak 13%. 


Dalam pidatonya, yang disampaikan pada Rapat Umum Tahunan ke-103 BMW AG, dia yakin peraturan ini sama sekali tidak layak. Zipse menambahkan bahwa kondisi pengujian yang dipakai komite Uni Eropa terkadang realistis dan memaksa perusahaa untuk mengatasi berbagai masalah baru.


"Saya pikir setiap orang dapat menjawabnya sendiri. Seberapa sering kalian berkendara di jalan pegunungan, dengan kecepatan penuh, dalam suhu minus tujuh derajat, di dalam mobil yang terisi penuh dan menarik sebuah trailer? Kami disini berjuang untuk solusi Euro 7 yang masuk akal, yang juga secara efektif meningkatkan kualitas udara di kota-kota," kata Zipse.


Zipse membandingkan apa yang terjadi di Eropa dengan Amerika Serikat, di mana Undang-Undang Pengurangan Emisi mendorong adopsi kendaraan listrik. 


Di AS, Undang-Undang Pengurangan Emisi digunakan oleh pembuat kebijakan untuk mempromosikan perlindungan iklim dan memperkuat ekonomi domestik. Sementara di Eropa, Komisi Uni Eropa secara besar-besaran memperketat standar Euro 7 tanpa ruang bernapas untuk perusahaan.


Zipse telah lama memperingatkan bahwa pelarangan kendaraan ICE adalah hal yang prematur. Bukannya BMW tidak percaya pada bahan bakar alternatif dan kendaraan listrik, tetapi mobil bertenaga bensin masih sangat relevan di zaman sekarang, terutama di pasar dan wilayah di mana EV masih tidak layak.


Beberapa pemimpin perusahan lain juga percaya bahwa peraturan Euro 7 akan benar-benar merusak revolusi kendaraan listrik. Martin Sander dari Ford mengatakan tahun lalu, "Kita seharusnya tidak mengalihkan sumber daya ke teknologi masa lalu dan malah berinvestasi dalam emisi nol."


Yang dia maksud di sini adalah bahwa pabrikan jangan dipaksa mematikan produksi kendaraan ICE, karena mereka butuh uang untuk melakukan transisi.


0 Komentar


Tambah Komentar