https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/29546ce4-7d16-4650-9941-396d42ec66f9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1ef236bf-553a-4f55-b585-4df8a22eaea3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f3310cf9-7abc-464c-9648-55a3c2ae74b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/34374f27-f3fa-43a7-8f47-2f76496e5726.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/17777f40-e38c-4b7f-8384-cfdb9cbe8474.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ad76435a-ab12-469d-b37c-bc016e293ae5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/29546ce4-7d16-4650-9941-396d42ec66f9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1ef236bf-553a-4f55-b585-4df8a22eaea3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ad76435a-ab12-469d-b37c-bc016e293ae5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/29546ce4-7d16-4650-9941-396d42ec66f9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1ef236bf-553a-4f55-b585-4df8a22eaea3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f3310cf9-7abc-464c-9648-55a3c2ae74b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/34374f27-f3fa-43a7-8f47-2f76496e5726.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/17777f40-e38c-4b7f-8384-cfdb9cbe8474.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ad76435a-ab12-469d-b37c-bc016e293ae5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/29546ce4-7d16-4650-9941-396d42ec66f9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1ef236bf-553a-4f55-b585-4df8a22eaea3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f3310cf9-7abc-464c-9648-55a3c2ae74b2.jpg

Cegah Eksploitasi Tambang, Grafit Silikon Jadi Solusi Baterai EV Yang Ramah Lingkungan

07 June 2022

dilihat 238x

Mobilku.com - Semakin banyak mobil listrik atau EV di jalanan, maka semakin banyak pula baterai yang harus diproduksi. Namun ironisnya, mobil listrik yang dikampanyekan sebagai mobil ramah lingkungan, harus menanggung beban karena proses pembuatan baterai nya yang dilakukan dengan penambangan yang besar-besaran.


Dari sekian banyak komponen untuk membangun EV, baterai Lithium-Ion adalah komponen yang paling besar dan dibutuhkan. Untuk membuat menghasilkan unsur anoda yang ada didalamnya, dibutuhkan setidaknya 1 kg grafit untuk menghasilkan tenaga 1 kWh.


Untuk mobil listrik dengan jangkauan 160 km, mobil ini membutuhkan tenaga berkisar 35 kWh agar dapat mencapai jarak maksimumnya. Ini artinya, butuh 35 kg grafit yang harus digali untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik berukuran mini. Bayangkan jika jangkauan sebuah mobil listrik mencapai 500 hingga 1000 km per unitnya. Berapa banyak tambang yang harus digali untuk memenuhi permintaan pasar.


Banyak pihak kini sedang mencari cara untuk mensubsidi grafit sebagai salah satu elemen penting dalam membuat baterai EV. Salah satu yang saat ini sedang dicoba adalah pengembangan grafit silikon, dimana unsur buatan ini memiliki 10% dari unsur grafit asli.


Namun, grafit silikon ini cenderung lebih cepat berkontraksi hingga 300% selama siklus pengisian, yang terkadang menyebabkan kegagalan sel baterai. Oleh karena itu, masalah yang harus dipecahkan adalah menciptakan bahan berbasis silikon yang menawarkan keunggulan penyimpanan energi, sambil terus mempertahankan stabilitas saat siklus pengisian. 


Hal ini tampaknya telah dicapai oleh perusahaan seperti Sila Nanotechnologies (Sila) yang berbasis di AS. Perusahaan ini bahkan dikabarkan telah mencapai titik di mana pihak Mercedes-Benz ingin mencoba grafit silikon mereka untuk dipakai di G-wagon listrik terbaru.


Dari segi biaya, grafit silikon ini memang belum sepenuhnya dipahami, tetapi mengingat produksi grafit silikon sedikit lebih kompleks, dapat disimpulkan bahwa biaya awalnya mungkin lebih tinggi daripada menambang grafit. Namun karena bahan baku silikon sangat melimpah dan murah, biayanya dapat disesuaikan seiring berjalannya industri.


Dari semua hal diatas, poin pentingnya adalah menggunakan silikon sebagai pengganti grafit asli, sekaligus mengurangi efek penambangan yang merusak lingkungan. Selain itu, grafit silikon ini juga dapat digunakan secara bertahap sehingga pabrikan tidak perlu merombak teknologi yang sudah ada.

0 Komentar


Tambah Komentar