https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/323a8691-ba80-4eea-9e2d-c21afd03a233.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/323a8691-ba80-4eea-9e2d-c21afd03a233.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/323a8691-ba80-4eea-9e2d-c21afd03a233.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/323a8691-ba80-4eea-9e2d-c21afd03a233.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/323a8691-ba80-4eea-9e2d-c21afd03a233.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/323a8691-ba80-4eea-9e2d-c21afd03a233.jpeg

Canon PowerShot G7 X Mark II

23 February 2016

dilihat 24x




Penerus G7 X yang diberi nama G7 X Mark II dirancang bagi mereka yang sudah mahir fotografi dan ingin melakukan perjalanan dengan beban ringan. Tentu saja tanpa mengorbankan kualitas gambar. Karena itu kamera ini mengharamkan sensor berukuran kecil seperti yang dipakai di kamera kompak atau ponsel. Kamera ini menjadi rival langsung untuk Sony RX100 IV dan Panasonic ZS100 yang sama-sama menggunakan sensor berukuran 1 inch.

Perubahan terbesar adalah sensor 1 inch tipe 20.1 megapixel CMOS dipasangkan dengan Digic 7 Image Processor terbaru. Kombinasi disebut meningkatkan kemampuan kamera secara signifikan, menghemat baterai, mengurangi noise dan memiliki kemampuan continous shooting hingga 8 fps RAW. Startup time juga dipersingkat.

Lensa zoom built-in bekerja cepat dengan aperture maksimal antara F1.8-F2.8 dengan focal range 24 -100-mm (equivalent). Racikan ini menjadikan kamera ini serbaguna, pas untuk memotret landscape, portrait, dan objeck bergerak. Penyempurnaan di sisi optical image stabilization dengan Dual Sensing IS membantu mengurangi gambar buram yang di jepret saat kamera goyang.

Di sektor video, G7 X Mark II bisa merekam gambar full HD 1080p dengan kecepatan 60/50 fps. Kemampuan ini dianggap cukup karena populasi TV dengan 4k masih terbatas, namun bisa disebut salah satu kelemahan dibandingkan Sony RX100 IV dan Panasonic ZS100 yang sudah menawarkan perekaman berkualitas 4K. G7 X Mark II juga tidak memiliki electronic viewfinder, yang dimiliki kedua kompetitornya.

Desainnya tetap mempertahankan keunggulan pendahulunya. G7 X Mark II menawarkan akses mudah untuk control manual, termasuk dual function control ring disekeliling lensa. Kamera berdimensi 105.5 x 60.9 x 42 mm dengan berat 319 g ini sudah siap untuk diajak traveling dan menjadi kamera entry level DSRL yang kecil dan ringkas. Bagaimana menurut anda?

0 Komentar


Tambah Komentar