https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ca4bfc0a-d26e-40d6-b155-86a553c7bad1.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cacd796b-886f-44b0-91b8-51625e5069fc.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/911dec5b-8e58-4205-b70d-31de9dc5b3c8.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ab226744-5c0e-44f4-a5c4-cb759f32c6c7.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b948261b-8839-4b29-a91f-80c59216c06e.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ca4bfc0a-d26e-40d6-b155-86a553c7bad1.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cacd796b-886f-44b0-91b8-51625e5069fc.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b948261b-8839-4b29-a91f-80c59216c06e.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ca4bfc0a-d26e-40d6-b155-86a553c7bad1.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cacd796b-886f-44b0-91b8-51625e5069fc.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/911dec5b-8e58-4205-b70d-31de9dc5b3c8.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ab226744-5c0e-44f4-a5c4-cb759f32c6c7.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b948261b-8839-4b29-a91f-80c59216c06e.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ca4bfc0a-d26e-40d6-b155-86a553c7bad1.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cacd796b-886f-44b0-91b8-51625e5069fc.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/911dec5b-8e58-4205-b70d-31de9dc5b3c8.jpeg

Bos Toyota AS Akui Untuk Saat Ini Bisnis EV Belum Menguntungkan

06 March 2024

dilihat 78x

Mobilku.com - CEO Toyota Amerika Utara Ted Ogawa belum lama ini menyatakan keyakinannya bahwa kendaraan listrik hanya akan menguasai 30 persen pasar kendaraan baru AS pada tahun 2030.


Ogawa mengatakan meski pemerintah Amerika Serikat (AS) mendorong penggunaan kendaraan listrik, Toyota lebih memilih fokus pada kendaraan hybrid, bahkan lebih memilih membeli kredit emisi dibandingkan “membuang” banyak uang untuk mengembangkan teknologi mobil listrik. 


Toyota, yang memiliki penjualan hybrid terbesar di industri otomotif, telah menguraikan strategi yang jelas.  Perusahaan lebih cenderung membeli kredit untuk menutup kesenjangan EPA dibandingkan “membuang” uang untuk Battery Electric Vehicle (BEV). Ia juga menambahkan, Toyota akan terus merancang produk berdasarkan permintaan pelanggan. 


“Pendekatan kami adalah memprioritaskan konsep “elektrifikasi” yang berbeda, biasanya dalam bentuk hibrida dengan mesin pembakaran gas.Ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap pengembangan teknologi yang mengikuti tren permintaan pasar,” ujarnya. 


Sebagai langkah proaktif, Toyota berinvestasi pada infrastruktur terkait kendaraan listrik, di mana Toyota telah mengumumkan pembangunan kompleks produksi baterai senilai $13,9 juta di North Carolina.


Toyota memang mengakui tertinggal dalam bidang baterai jika dibandingkan dengan perusahaan seperti Tesla, namun berusaha mengejar ketertinggalannya dalam hal produk dan ekosistem BEV. 


Namun terburu-buru transisi menuju EV bukanlah hal yang bijak, karena strategi hybrid bisa menjadi jembatan yang baik. Dengan strategi yang terencana dan terfokus secara matang, Toyota menunjukkan kesediaannya untuk menghadapi tantangan dalam lanskap kendaraan listrik yang terus berkembang.




0 Komentar


Tambah Komentar