https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d8036e41-7e11-401e-9b54-d7e24b96747f.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/af9834d4-9caa-4792-8907-0dbd9897b20a.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c1011f14-fd1b-4dc2-ac47-022eb4653021.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/07bfc4ea-51fa-4c88-b029-54f54124c501.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/80f048e7-8041-43eb-bc29-8b8116c7e75b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d8036e41-7e11-401e-9b54-d7e24b96747f.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/af9834d4-9caa-4792-8907-0dbd9897b20a.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/80f048e7-8041-43eb-bc29-8b8116c7e75b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d8036e41-7e11-401e-9b54-d7e24b96747f.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/af9834d4-9caa-4792-8907-0dbd9897b20a.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c1011f14-fd1b-4dc2-ac47-022eb4653021.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/07bfc4ea-51fa-4c88-b029-54f54124c501.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/80f048e7-8041-43eb-bc29-8b8116c7e75b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d8036e41-7e11-401e-9b54-d7e24b96747f.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/af9834d4-9caa-4792-8907-0dbd9897b20a.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c1011f14-fd1b-4dc2-ac47-022eb4653021.jpeg

Belum Ada Perbedaan, Biaya Asuransi EV Di Indonesia Masih Pakai Skema Mobil Konvensional

04 July 2024

dilihat 66x

Mobilku.com - Perusahaan asuransi di Indonesia sejauh ini masih menerapkan tarif yang sama untuk mobil listrik seperti mobil konvensional. Padahal dengan risiko yang dianggap berbeda, mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) dinilai perlu punya tarif asuransi tersendiri.


“So far masih mengikuti yang konvensional, jadi mengikuti harga mobil. Harga mobil, penggunaan, disamakan semua. Jadi belum ada perbedaan. Dari OJK kan saat ini sedang studi sebetulnya, apakah rate untuk mobil listrik ini, untuk insurance-nya cover-nya berbeda,” sambungnya,” ujar Laurentius Iwan Pranoto, Head of Public Relations, Marketing Communication & Event Asuransi Astra.


Pranoto juga mengatakan bahwa bukan hal mudah untuk menentukan tarif tersebut mengingat ada banyak faktor dalam menilai sebuah risiko. Referensi dari luar negeri memang sudah ada, tetapi tidak bisa diterapkan begitu saja di Indonesia.


Jika dibandingkan dengan mobil konvensional, perbedaan paling nyata dari mobil listrik ialah adanya penggunaan baterai. Hal ini patut menjadi perhatian tersendiri bagi perusahaan asuransi.


“Kalau sampai (kecelakaan) kena baterai, banyak nggak kejadian seperti? Terus kalau sampai diganti berapa besar (nominal penggantiannya). Itu pasti komponen-komponen tersebut akan diperhitungkan. Apakah rate-nya masih sama atau bisa berubah? Kalau kita melihat sih resikonya berbeda,” jelas Pranoto.


Berdasarkan pengamatannya, tarif asuransi mobil listrik di luar negeri memang cenderung lebih mahal dibandingkan mobil konvensional. Saat ini Asuransi Astra melayani berbagai merek mobil listrik yang ada Indonesia. Termasuk merek-merek di luar grup Astra, seperti Wuling atau Hyundai.


Ia menyampaikan, sampai sekarang asuransi masih menjadi industri pendukung yang pertumbuhannya tergantung dari penjualan mobil baru terutama lewat cara kredit.


“Kalau otomotifnya naik maka dia juga akan naik. Kembali lagi ke kebiasaan masyarakat Indonesia, beli mobil ada asuransinya kalau kredit,” katanya.




0 Komentar


Tambah Komentar