https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/48fd9dd3-f4d5-44a3-a425-5c3c1ff89c4c.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a639e39-c4ec-4240-a69c-18c183afa6df.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c87bc2f1-ec8c-440a-9d2d-78383132d9b2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ef897bb0-82c3-449d-941b-727494f35870.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8d2c7bcc-2384-4b82-82e9-92d96cf78f12.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/48fd9dd3-f4d5-44a3-a425-5c3c1ff89c4c.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a639e39-c4ec-4240-a69c-18c183afa6df.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8d2c7bcc-2384-4b82-82e9-92d96cf78f12.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/48fd9dd3-f4d5-44a3-a425-5c3c1ff89c4c.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a639e39-c4ec-4240-a69c-18c183afa6df.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c87bc2f1-ec8c-440a-9d2d-78383132d9b2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ef897bb0-82c3-449d-941b-727494f35870.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8d2c7bcc-2384-4b82-82e9-92d96cf78f12.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/48fd9dd3-f4d5-44a3-a425-5c3c1ff89c4c.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a639e39-c4ec-4240-a69c-18c183afa6df.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c87bc2f1-ec8c-440a-9d2d-78383132d9b2.jpeg

Badai COVID Kembali Menghantam China, Industri Otomotif Kesulitan Suku Cadang

23 December 2022

dilihat 166x

Mobilku.com - Gelombang Infeksi COVID-19 mulai kembali menghantam China, membuat pabrik-pabrik suku cadang terpaksa harus berhenti karena banyaknya pekerja yang sakit.


Menurut laporan media China, infeksi COVID-19 telah menyebar ke seluruh negeri, dengan kasus yang menghambat tenaga kerja di jalur manufaktur. Menurut organisasi bisnis internasional yang beroperasi di China, industri ritel, manufaktur, jasa keuangan, hingga otomotif sangat terpukul oleh kekurangan pekerja yang hadir.


Data resmi tidak lagi dapat diandalkan untuk mencatat jumlah kasus baru karena pengujian massal telah dihentikan setelah China secara tiba-tiba mencabut kebijakan nol virus corona awal bulan ini. Hingga Rabu kemarin, China hanya melaporkan 5.241 kasus COVID-19 varian baru, dan tidak melakukan pendataan lebih lanjut.


Pekerja Cina dengan gejala COVID-19 ringan telah diberitahu untuk kembali bekerja di beberapa kota. Namun sayang, kondisi ini masih membuat pekerjaan tidak dapat sesuai jadwal. Pegawai pemerintah di kota Chongqing bahkan diminta untuk terus bekerja jika mereka tidak menunjukkan gejala atau mengalami gejala COVID ringan, guna melayani kebutuhan masyarakat. 


Akibat gelombang COVID baru ini, penjualan ritel turun 5,9%, sementara produksi mobil turun hingga 9,9% di bulan Oktober. Output pabrik dan penjualan ritel China bahkan mencapai yang terburuk dalam enam bulan terakhir, dan pesimis jika dapat menutup tahun 2022 dengan angka yang positif.


Sejauh ini hanya perusahaan seperti Foxconn Technology dan Geely yang telah berhasil menjaga karyawan mereka saat gelombang COVID menyebar. Kedua perusahaan memastikan bahwa karyawan harus tidur dan menginap di area komplek pabrik, dan diuji secara rutin untuk mencegah virus masuk ke area manufaktur.

0 Komentar


Tambah Komentar