https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/636b25ad-230f-47e6-be63-84431fe3406d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2403dddb-d32f-4638-a09a-a72a4b5a3090.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9f23ed34-5031-4d6f-99c6-83d6df9d45d2.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a66e967-3058-4de7-9437-a995f7e61255.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f9d8eb89-fc30-46ad-8b0f-60db74dd0642.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5ef99648-c2df-4c2c-b2cf-e6bc573c97e1.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f9d8eb89-fc30-46ad-8b0f-60db74dd0642.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5ef99648-c2df-4c2c-b2cf-e6bc573c97e1.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/636b25ad-230f-47e6-be63-84431fe3406d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2403dddb-d32f-4638-a09a-a72a4b5a3090.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9f23ed34-5031-4d6f-99c6-83d6df9d45d2.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a66e967-3058-4de7-9437-a995f7e61255.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f9d8eb89-fc30-46ad-8b0f-60db74dd0642.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5ef99648-c2df-4c2c-b2cf-e6bc573c97e1.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/636b25ad-230f-47e6-be63-84431fe3406d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2403dddb-d32f-4638-a09a-a72a4b5a3090.jpeg

Audi Perkenalkan Paspor Baterai Untuk Melacak Seberapa “Bersih” Sebuah EV Ketika Diproduksi

23 January 2023

dilihat 30x

Mobilku.com - Global Battery Alliance (GBA) bersama dengan Audi belum lama ini meluncurkan sebuah paspor untuk baterai EV pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.


Paspor Elektronik pada dasarnya mirip seperti paspor yang saat ini kita miliki. Namun, paspor ini bukan digunakan untuk plesiran ke luar negeri, melainkan untuk melihat catatan atau dokumentasi dari setiap unit baterai EV.


Pada dasarnya paspor ini akan mencatat seluruh data yang ada pada baterai EV kalian, mulai dari masa pakai, lokasi penambangan, tahun pembuatan, sejarah pengisian, hingga tenggat waktu kapan baterai EV kalian harus diganti baru.


Tujuan GBA adalah memperkenalkan paspor ini adalah untuk membuktikan bahwa baterai pada EV wajib digunakan seefisien dan sebersih mungkin. Menurut GBA, dengan memiliki catatan baterai dari pemilik EV, baterai bekasnya dapat diukur dan disortir sesuai dengan kebutuhan. Jika baterai bekasnya masih bagus, baterai tersebut dapat digunakan untuk sekolah, infrastruktur, atau bahkan transportasi umum.


Selain itu, menambang bahan yang dibutuhkan untuk membuat baterai adalah bisnis yang kotor dan rawan pelanggaran. Dan yang paling utama adalah pelanggaran hak asasi manusia dan kasus pekerja anak yang dilaporkan sering terjadi di pertambangan bahan baku baterai. Nah kedepannya, paspor baterai tersebut akan memiliki catatan dari mana baterai itu berasal. 


"Baterai yang berkelanjutan sangat penting bagi kami yang ingin beralih menuju elektrifikasi secara bertanggung jawab. Kami telah berkomitmen untuk pengembangan Paspor Baterai sejak awal tahun 2017. Sekarang, prototype ini juga akan menunjukkan transparansi dan mencoba menghapuskan penindasan dibaliknya,” ujar Markus Duesmann, Ketua Dewan Manajemen Audi AG.


Transparansi adalah kata kunci dalam kutipan di atas, karena itulah yang sebenarnya ingin dilihat oleh pemilik para EV. Jangan sampai kita menciptakan kehancuran yang sama seperti era BBM fosil, yang berbeda hanyalah teknologi dan era nya saja.

0 Komentar


Tambah Komentar