https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cb4a3a44-67d9-452f-8ff8-6bfd54884eaa.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/248abe99-7e73-4123-98db-510ae2ee0133.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/dc82430a-d1ab-4033-bb96-f5f0a4ee695c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9322f2c9-bdb6-4c78-ba00-c8ca64bb8480.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3b1e2082-a57e-4c55-8f99-7d709a7b3ac9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cb4a3a44-67d9-452f-8ff8-6bfd54884eaa.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/248abe99-7e73-4123-98db-510ae2ee0133.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3b1e2082-a57e-4c55-8f99-7d709a7b3ac9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cb4a3a44-67d9-452f-8ff8-6bfd54884eaa.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/248abe99-7e73-4123-98db-510ae2ee0133.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/dc82430a-d1ab-4033-bb96-f5f0a4ee695c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9322f2c9-bdb6-4c78-ba00-c8ca64bb8480.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3b1e2082-a57e-4c55-8f99-7d709a7b3ac9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cb4a3a44-67d9-452f-8ff8-6bfd54884eaa.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/248abe99-7e73-4123-98db-510ae2ee0133.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/dc82430a-d1ab-4033-bb96-f5f0a4ee695c.jpg

Akibat Sanksi Barat, Mobil Rusia Diproduksi Tanpa Airbag dan ABS

20 June 2022

dilihat 137x

Mobilku.com - Kekurangan komponen serta sanksi dari negara-negara barat telah membuat industri otomotif Rusia kembali ke era 80-an, di mana pabrikan mobil lokal diizinkan untuk mengabaikan standar emisi dan tidak lagi berkewajiban memasang fitur keamanan seperti airbag, ESP, ABS, hingga sensor di sabuk pengaman.


Menurut laporan media lokal, prosedur mobil produksi minim fitur pengamanan tersebut akan berlaku hingga bulan Februari tahun 2023. Hal tersebut dilakukan lantaran pemerintah Rusia mendesak agar pabrik-pabrik yang beroperasi disana harus segera memenuhi kebutuhan masyarakat, dan tidak boleh bergantung pada komponen negara-negara barat.


Jika dilihat dari sudut pandang keselamatan, membeli mobil baru tanpa kontrol stabilitas elektronik, anti-lock brake system, airbag, hingga sensor sabuk pengaman adalah tindakan konyol dan berbahaya. Ini artinya, pelanggan di Rusia harus berkendara dengan Standar Euro 0, atau standar paling rendah yang ada di daratan Eropa.


AvtoVaz selaku salah satu pabrikan terbesar yang memproduksi LADA diketahui menjadi salah satu pabrik yang memproduksi mobil tanpa fitur keamanan. Pabrik ini awalnya sempat berhenti produksi lantaran terkena sanksi dari negara barat. Namun pasca Renault menjual seluruh sahamnya di AvtoVaz, pabrikan ini diperintahkan untuk melanjutkan produksi apa adanya tanpa perlu menggunakan komponen dari barat.


“Kami akan berkendara dengan standar Euro 0, seperti pada Perang Dunia II, ketika kami mengganti bensin dengan kayu bakar. Kami akan terus berkembang dan bertahan, tanpa harus bergantung dengan barat,” kata Sergey Aslanian, salah seorang konglomerat ternama Rusia.

0 Komentar


Tambah Komentar