https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/468c0831-5321-4c15-9ab2-2c8a17de72a8.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/468c0831-5321-4c15-9ab2-2c8a17de72a8.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/468c0831-5321-4c15-9ab2-2c8a17de72a8.png

Dari Mesin ke Kode: Bagaimana Software Mengubah Wajah Industri Otomotif dan Daya Saing Pasar

05 January 2026

dilihat 10x

Industri otomotif tengah menyaksikan revolusi fundamental. Bukan lagi sekadar tentang mesin bertenaga atau desain menawan, melainkan tentang 'software' yang kini menjadi jantung dan otak kendaraan. Pergeseran ini mendefinisikan ulang kekuatan pasar dan model bisnis, menjauh dari fokus pada hardware semata menuju dominasi perangkat lunak.

Konsep "Software-Defined Vehicles" (SDVs) memungkinkan fitur-fitur canggih seperti sistem bantuan pengemudi (ADAS), infotainment yang personal, hingga performa kendaraan dapat diupgrade dan dikelola melalui pembaruan Over-the-Air (OTA). Ini mirip dengan ponsel pintar, di mana mobil terus berkembang dan mendapatkan fungsi baru setelah dibeli. Produsen seperti Tesla telah lama memimpin tren ini, menawarkan fitur otonom dan multimedia yang terus diperbarui, sementara kini merek-merek tradisional seperti Mercedes-Benz dan BMW berlomba mengejar ketertinggalan.

Pergeseran ini melahirkan model bisnis baru, terutama layanan berbasis langganan (subscription). Konsumen kini dapat berlangganan fitur tertentu, seperti performa akselerasi yang ditingkatkan atau fitur kenyamanan seperti kursi berpemanas. Ini membuka aliran pendapatan pasca-penjualan yang signifikan, mengubah hubungan produsen-konsumen menjadi lebih berkelanjutan.

Persaingan pun bergeser secara dramatis. Raksasa teknologi seperti Google dengan Android Automotive dan Nvidia dengan platform AI-nya telah menjadi pemain kunci yang tak terhindarkan. OEM tradisional berlomba membangun kapabilitas software internal yang kuat untuk tidak sekadar menjadi penyedia hardware belaka. Dampak pergeseran ini meluas ke seluruh rantai pasokan dan valuasi pasar, dengan perusahaan yang menguasai software seringkali memiliki kapitalisasi pasar yang lebih tinggi. Masa depan kepemimpinan di industri otomotif tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan manufaktur, tetapi oleh inovasi dan penguasaan perangkat lunak yang mengubah pengalaman berkendara secara fundamental.

Sumber:

https://www.autonews.com/

https://www.reuters.com/business/autos-transportation/

0 Komentar


Tambah Komentar