https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/db362027-2317-49a5-99fb-a236f1af7321.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/db362027-2317-49a5-99fb-a236f1af7321.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/db362027-2317-49a5-99fb-a236f1af7321.png

Akselerasi Adopsi EV di Indonesia: Antara Optimisme Pasar dan Realita Infrastruktur

02 January 2026

dilihat 4x

Industri otomotif Indonesia sedang dalam fase revolusioner dengan akselerasi adopsi Kendaraan Listrik (EV) yang signifikan. Data terbaru menunjukkan peningkatan penjualan yang masif, didorong oleh beragam stimulus pemerintah, termasuk subsidi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) nol persen, yang membuat harga EV kian kompetitif. Model-model seperti Wuling Air EV, Hyundai Ioniq 5 (yang kini diproduksi lokal), hingga kehadiran agresif BYD dengan jajaran Seal, Atto 3, dan Dolphin, berhasil menarik minat konsumen dari berbagai segmen.

Tren yang terlihat adalah munculnya lebih banyak pilihan EV dengan harga yang semakin terjangkau, serta peningkatan jarak tempuh dan kecepatan pengisian baterai. Fitur-fitur canggih seperti sistem bantuan pengemudi adaptif dan konektivitas pintar kini menjadi standar di banyak model baru, meningkatkan daya tarik EV dibandingkan mobil konvensional. Konsumen mulai menyadari potensi penghematan biaya operasional jangka panjang, bebas ganjil-genap, dan kontribusi terhadap lingkungan yang lebih bersih.

Namun, di balik optimisme pasar, tantangan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang belum merata, terutama di luar kota-kota besar, masih menjadi kekhawatiran utama atau ‘range anxiety’ bagi calon pembeli. Meskipun jumlah SPKLU terus bertambah, distribusi dan kapasitasnya, terutama untuk pengisian cepat (DC Fast Charging), masih jauh dari memadai untuk mendukung pertumbuhan EV yang eksponensial. Ini menuntut investasi besar-besaran dari pemerintah dan swasta untuk membangun jaringan SPKLU yang solid dan terintegrasi di seluruh pelosok negeri, serta regulasi yang mendukung instalasi pengisi daya di rumah dan fasilitas umum. Tanpa infrastruktur yang kuat, potensi penuh EV di Indonesia akan sulit tercapai, menghambat momentum transisi energi yang sedang dibangun.

Sumber:

https://otomotif.kompas.com/read/2024/02/20/082200615/sbyd-target-jual-15.000-unit-mobil-listrik-di-indonesia-tahun-ini

https://www.gridoto.com/read/223707833/pemerintah-pastikan-subsidi-ppn-mobil-listrik-berlanjut-di-tahun-ini-siapa-saja-yang-dapat

https://www.otomotifnet.com/elek/353457176/melihat-perkembangan-spklu-di-indonesia-apakah-sudah-cukup

0 Komentar


Tambah Komentar