01 January 2026
dilihat 3x
Era kendaraan otonom semakin dekat, dan Level 3 otomasi menjadi jembatan krusial menuju mobilitas masa depan. Dikenal sebagai 'conditional automation', fitur ini memungkinkan kendaraan mengemudi sendiri dalam kondisi tertentu – misalnya di jalan tol padat dengan kecepatan terbatas – namun tetap mengharuskan pengemudi siap mengambil alih kendali dalam hitungan detik. Fitur terbaru seperti Mercedes-Benz DRIVE PILOT, yang telah disertifikasi di Nevada dan Jerman, serta Honda Sensing Elite di Jepang, menjadi pionir yang menunjukkan potensi teknologi ini. DRIVE PILOT, contohnya, memungkinkan pengemudi melepaskan tangan dari kemudi dan memfokuskan perhatian dari jalan di ODD (Operational Design Domain) tertentu.
Namun, implementasinya membawa implikasi regulasi dan etika yang kompleks. Pertanyaan krusial muncul: siapa yang bertanggung jawab secara hukum saat insiden terjadi ketika kendaraan dalam mode Level 3? Pengemudi atau pabrikan? Berbagai negara kini berjuang menetapkan kerangka hukum yang jelas, mulai dari standar sertifikasi yang ketat hingga penentuan liabilitas. Harmonisasi regulasi antar wilayah menjadi kunci untuk adopsi global yang mulus, mengingat perbedaan pendekatan antara, misalnya, Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Dari sisi etika, tantangan terbesar Level 3 terletak pada transisi kendali antara kendaraan dan manusia. Bagaimana sistem memastikan pengemudi benar-benar siap dan responsif untuk mengambil alih dalam situasi darurat? Teknologi pemantau pengemudi (driver monitoring system) dengan sensor canggih menjadi esensial, namun batas antara 'siap' dan 'tidak siap' masih menimbulkan perdebatan. Tren menunjukkan pabrikan mengadopsi pendekatan hati-hati, membatasi operasional Level 3 pada ODD yang terdefinisi dengan baik dan berinvestasi besar pada sensor fusi dan AI prediktif untuk meningkatkan keamanan. Harga teknologi ini, seperti yang terlihat pada model premium, juga masih menjadi faktor pembatas adopsi massal. Meskipun menjanjikan efisiensi dan potensi keselamatan, jalan menuju adopsi luas Level 3 masih diwarnai tantangan regulasi yang belum tuntas dan pertanyaan etika yang mendalam, menuntut kolaborasi erat antara pembuat kebijakan dan industri.
Sumber:
https://www.caranddriver.com/news/a42617694/mercedes-benz-drive-pilot-level-3-approved-nevada/
https://europe.autonews.com/automakers/mercedes-beats-honda-level-3-autonomous-driving
https://www.theverge.com/23573041/level-3-autonomous-driving-self-driving-mercedes-honda
0 Komentar
Tambah Komentar