https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4a4da609-82e6-4e34-8d73-7bd091382baa.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4a4da609-82e6-4e34-8d73-7bd091382baa.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4a4da609-82e6-4e34-8d73-7bd091382baa.png

Gelombang Perang Harga Mengguncang Pasar EV Global: Konsumen diuntungkan, Produsen Dihadapkan Tantangan

01 January 2026

dilihat 4x

Pasar Kendaraan Listrik (EV) global tengah bergejolak. Apa yang dulu dianggap sebagai arena pertumbuhan eksponensial, kini menjelma menjadi medan pertempuran sengit yang didominasi oleh "perang harga" yang kian memanas, menekan margin keuntungan produsen namun berpotensi menguntungkan konsumen.

Tesla, pelopor EV modern, seringkali menjadi inisiator gelombang potongan harga, yang segera direspons oleh raksasa Tiongkok seperti BYD dan bahkan produsen legendaris seperti Ford dan Volkswagen. BYD, dengan model-model terjangkau seperti Seagull (Dolphin Mini) atau Dolphin, berhasil merebut pangsa pasar signifikan dengan menawarkan nilai superior di segmen harga yang lebih rendah, bahkan di bawah 20.000 USD di beberapa pasar. Sementara itu, Tesla juga dikabarkan tengah mempersiapkan model "Redwood" yang lebih terjangkau untuk pasar massal, menandakan bahwa perang harga belum akan usai. Persaingan ini bukan hanya soal harga, tetapi juga kecepatan inovasi dan efisiensi produksi.

Di tengah persaingan harga, produsen juga berlomba menghadirkan fitur-fitur mutakhir. Jangkauan baterai yang lebih jauh (misalnya, melampaui 500 km dalam satu pengisian), teknologi pengisian daya ultra cepat (mengisi 80% dalam kurang dari 20 menit), serta sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) seperti fitur otonom Level 2+ menjadi daya tarik utama. Interior yang lebih premium, integrasi perangkat lunak yang mulus, dan ekosistem pengisian daya yang solid juga menjadi faktor pembeda. Tren menunjukkan pergeseran dari sekadar "listrik" menjadi kendaraan yang cerdas, terhubung, dan efisien. Target pasar pun semakin meluas, dari segmen mewah ke segmen menengah ke bawah dengan harga di bawah 30.000 USD.

Perang harga ini, meskipun menantang bagi profitabilitas produsen, secara tidak langsung mempercepat adopsi EV dengan membuatnya lebih terjangkau. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan dengan inovasi yang terus berkembang. Ke depan, konsolidasi mungkin terjadi, namun yang pasti, era EV akan semakin dinamis dan kompetitif, menjanjikan masa depan yang lebih hijau namun penuh tantangan bagi industri.

Sumber:

https://www.oto.com/

https://www.detikoto.com/

https://otomotif.kompas.com/

0 Komentar


Tambah Komentar