https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac033220-3043-41e0-8513-d52da639ab54.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac033220-3043-41e0-8513-d52da639ab54.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac033220-3043-41e0-8513-d52da639ab54.png

Akselerasi Adopsi EV di Indonesia: Tantangan dan Kesiapan Infrastruktur Pengisian Daya

31 December 2025

dilihat 1x

Tren adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia menunjukkan akselerasi yang signifikan, didorong oleh kesadaran lingkungan, efisiensi biaya operasional, dan berbagai insentif pemerintah. Sejumlah merek global maupun lokal berlomba menghadirkan model-model menarik, dari segmen entry-level seperti Wuling Binguo EV dan BYD Dolphin yang memicu price war dengan harga mulai 200-300 jutaan, hingga segmen premium seperti Hyundai Ioniq 5/6 dan Kona Electric facelift yang baru meluncur. Penjualan EV terus merangkak naik, didukung oleh subsidi PPN dan program konversi kendaraan bensin ke listrik, menjadikan tren ini bukan lagi sekadar wacana.

Namun, laju adopsi ini tak bisa dilepaskan dari kesiapan infrastruktur pengisian daya. PLN sebagai ujung tombak terus memperluas jaringannya, dengan target ribuan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di seluruh Indonesia. Berbagai operator swasta seperti EVCab, Starvo, dan pengelola jalan tol juga turut berinvestasi, menawarkan pilihan pengisian AC (slow charging) untuk di rumah atau kantor, hingga DC fast charging di titik-titik strategis seperti rest area atau pusat perbelanjaan. Fitur terbaru seperti Vehicle-to-Load (V2L) pada beberapa model EV modern juga menambah fleksibilitas, memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber daya listrik portabel.

Meski jumlah SPKLU terus bertambah, pemerataan, keandalan, dan kecepatan pengisian masih menjadi pekerjaan rumah. Pengguna EV berharap ketersediaan SPKLU di luar kota besar semakin masif, dengan daya yang lebih besar untuk memangkas waktu pengisian, mengurangi antrean, serta mengatasi 'range anxiety'. Perbandingan kecepatan pengisian antara berbagai model EV dan ketersediaan ultra-fast charger 100 kW ke atas akan menjadi faktor penentu kenyamanan penggunaan. Sinkronisasi antara pertumbuhan armada EV dan ekspansi infrastruktur pengisian daya yang robust dan cerdas adalah kunci untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang matang dan berkelanjutan di Indonesia.

Sumber:

https://otomotif.kompas.com/read/2024/05/15/100000315/infrastruktur-ev-makin-pesat-pengguna-tak-perlu-khawatir-lagi

https://www.gridoto.com/read/223707769/tren-penjualan-mobil-listrik-di-indonesia-melambung-tinggi-tiap-tahun

https://otomotifnet.gridoto.com/read/234057999/byd-serius-garap-pasar-mobil-listrik-indonesia-siap-investasi-besar

0 Komentar


Tambah Komentar