27 December 2025
dilihat 44x
Pasar kendaraan listrik (EV) global terus menunjukkan dinamika menarik, mengukir pertumbuhan signifikan meskipun dihantam gejolak ekonomi dan penyesuaian strategi oleh beberapa produsen. Memasuki periode 2025-2026, performa penjualan EV diprediksi akan semakin matang, ditopang oleh inovasi teknologi, strategi harga yang agresif, dan dukungan infrastruktur yang kian meluas.
Tren utama yang akan mendominasi adalah persaingan harga yang ketat. Pabrikan Tiongkok seperti BYD, Wuling, dan Chery telah berhasil menekan biaya produksi, menawarkan EV dengan banderol yang lebih terjangkau. Fenomena "perang harga" ini memaksa pabrikan tradisional seperti Tesla, Volkswagen, dan Hyundai untuk merespons dengan model entry-level baru, seperti rumor Tesla Model 2 atau lini ID. dari VW yang lebih kompak. Harga EV diperkirakan akan terus menurun, khususnya di segmen kompak dan SUV perkotaan, menjadikannya pilihan yang lebih rasional bagi konsumen yang sebelumnya ragu.
Fitur-fitur canggih juga akan menjadi daya tarik utama. Sistem bantuan pengemudi (ADAS) yang lebih intuitif dan terintegrasi, konektivitas yang mendalam dengan ekosistem digital, serta teknologi V2L (Vehicle-to-Load) dan bahkan V2G (Vehicle-to-Grid) akan semakin umum, memberikan nilai tambah signifikan. Inovasi baterai, khususnya dominasi kimia LFP (Lithium Iron Phosphate) yang lebih murah dan aman, akan memungkinkan jangkauan yang lebih optimal dengan biaya produksi yang terkendali, mengatasi sebagian kekhawatiran 'range anxiety'.
Prediksi pasar menunjukkan bahwa pangsa pasar EV akan terus meningkat secara global, didorong oleh regulasi emisi yang semakin ketat dan insentif pemerintah yang berkelanjutan. Namun, tantangan infrastruktur pengisian daya, terutama di wilayah non-urban dan kecepatan pengisian yang belum merata, masih menjadi pekerjaan rumah. Percepatan pembangunan stasiun pengisian daya cepat dan kemudahan akses akan menjadi kunci untuk mengakselerasi adopsi. Dengan berbagai model baru yang lebih efisien dan terjangkau, serta ekosistem pendukung yang berkembang, periode 2025-2026 akan menjadi fase krusial dalam perjalanan elektrifikasi otomotif menuju masa depan yang lebih hijau.
Sumber:
telah disunting oleh Darwis Ng
0 Komentar
Tambah Komentar