/assets/logoHeader.png
/assets/human-logo.png

Revolusi Mobil Listrik: Fokus Industri Beralih ke Keterjangkauan dan Infrastruktur Pengisian Daya

26 December 2025

dilihat 40x

Industri kendaraan listrik (EV) sedang mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Setelah fase awal yang didominasi model premium, fokus kini beralih ke demokratisasi EV melalui model yang lebih terjangkau serta penguatan infrastruktur pengisian daya. Ini menandai babak baru dalam upaya mencapai adopsi massal dan mobilitas berkelanjutan.

Pendorong utama pergeseran ini adalah kebutuhan untuk menjadikan EV dapat diakses oleh segmen pasar yang lebih luas. Produsen seperti BYD dengan model Seagull dan Dolphin, serta Wuling dengan Air EV dan BinguoEV, telah membuktikan bahwa EV ekonomis dapat diterima pasar. Tesla sendiri dikabarkan sedang mengembangkan model yang lebih kompak dan terjangkau (sering disebut 'Model 2' atau 'Redwood'), menargetkan segmen di bawah Model 3. Strategi ini melibatkan optimalisasi biaya produksi, penggunaan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang lebih murah, dan efisiensi desain. Harga menjadi faktor krusial, dengan beberapa model terjangkau ditawarkan di bawah $20.000 (di pasar tertentu), membuka pintu bagi konsumen yang sebelumnya merasa terhalang biaya.

Namun, keterjangkauan saja tidak cukup. Infrastruktur pengisian daya yang solid adalah tulang punggung adopsi EV. Kecemasan jangkauan (range anxiety) masih menjadi penghalang utama. Oleh karena itu, investasi besar-besaran digelontorkan untuk memperluas jaringan stasiun pengisian daya cepat (DC fast charging) dan titik pengisian AC di perkotaan maupun jalan tol. Pemerintah, perusahaan energi, dan bahkan produsen otomotif (seperti jaringan Supercharger Tesla yang kini diadopsi banyak merek lain di Amerika Utara melalui standar NACS) berlomba menyediakan fasilitas yang mudah diakses dan andal. Tren menuju standarisasi dan interoperabilitas juga menguat, memastikan pengguna EV dari merek mana pun dapat mengisi daya tanpa masalah.

Pergeseran fokus ganda ini—menuju EV yang lebih murah dan ekosistem pengisian daya yang kuat—merupakan langkah strategis yang vital. Ini tidak hanya mempercepat transisi global menuju mobilitas berkelanjutan tetapi juga menjadikan teknologi EV lebih inklusif dan praktis bagi semua.

Sumber:

https://www.insideevs.com/

https://www.autoblog.com/

https://www.motor1.com/

telah disunting oleh Darwis Ng

0 Komentar


Tambah Komentar