25 December 2025
dilihat 14x
Pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia tengah mengalami transformasi fundamental. Jika beberapa tahun lalu EV identik dengan harga premium dan segmen atas, kini dinamikanya berubah drastis berkat strategi harga terjangkau yang diusung oleh para pemain baru. Ini menjadi angin segar bagi konsumen dan berpotensi mengakselerasi adopsi EV secara massal.
Tren penurunan harga ini sebagian besar dipicu oleh masuknya merek-merek Tiongkok seperti Wuling, BYD, dan Chery yang menawarkan model-model kompetitif dengan banderol yang lebih ramah kantong. Mereka berani menantang dominasi merek-merek tradisional dengan inovasi pada baterai (misalnya teknologi LFP yang lebih ekonomis), serta efisiensi produksi melalui perakitan lokal. Kebijakan pemerintah melalui insentif PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) juga turut mendorong harga jual EV menjadi lebih menarik, menjadikan EV seperti Wuling BinguoEV atau BYD Dolphin sangat menggoda di kelasnya.
Contoh konkret terlihat dari pilihan EV di bawah Rp 400 juta yang semakin banyak, menawarkan fitur-fitur modern seperti konektivitas pintar, desain atraktif, dan jarak tempuh yang memadai untuk penggunaan harian. Strategi ini tidak hanya membuat EV lebih mudah diakses, tetapi juga memaksa pabrikan lain untuk beradaptasi, memicu kompetisi harga yang sehat dan pada akhirnya menguntungkan konsumen. Merek-merek global pun mulai merespons dengan menyiapkan model-model EV yang lebih terjangkau untuk pasar berkembang.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar EV Indonesia bergerak menuju segmentasi yang lebih luas, tidak lagi hanya melayani ceruk pasar premium. Dengan harga yang semakin kompetitif dan pilihan yang beragam, masa depan kendaraan listrik di Tanah Air tampaknya akan semakin cerah, didorong oleh permintaan yang tumbuh dari segmen menengah ke bawah.
Sumber:
https://www.oto.com/berita-mobil/tren-harga-mobil-listrik-di-indonesia
telah disunting oleh Darwis Ng
0 Komentar
Tambah Komentar