https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e9d6bbe3-94f6-4ebc-9539-300e049dd1bb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d7e5aea4-c1fe-4e46-b693-2929bab0c539.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2d937ce0-b5a3-4c7c-a68e-412208024557.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e2e29bbe-2cc7-47cf-b7b9-19aaa6098488.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5e88399c-fbe6-4b71-a777-05761404c44e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/80840644-4671-4131-8b17-2c1dcdfbb9ae.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e9d6bbe3-94f6-4ebc-9539-300e049dd1bb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d7e5aea4-c1fe-4e46-b693-2929bab0c539.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/80840644-4671-4131-8b17-2c1dcdfbb9ae.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e9d6bbe3-94f6-4ebc-9539-300e049dd1bb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d7e5aea4-c1fe-4e46-b693-2929bab0c539.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2d937ce0-b5a3-4c7c-a68e-412208024557.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e2e29bbe-2cc7-47cf-b7b9-19aaa6098488.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5e88399c-fbe6-4b71-a777-05761404c44e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/80840644-4671-4131-8b17-2c1dcdfbb9ae.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e9d6bbe3-94f6-4ebc-9539-300e049dd1bb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d7e5aea4-c1fe-4e46-b693-2929bab0c539.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2d937ce0-b5a3-4c7c-a68e-412208024557.jpg

5 Negara Eropa Tolak Regulasi Zero Emission 2035 Atas Dasar Perbedaan Daya Beli Masyarakat

30 June 2022

dilihat 219x

Mobilku.com - Seperti yang kita semua tahu, industri otomotif dunia saat ini sedang didorong untuk hanya memproduksi kendaraan ramah lingkungan agar menekan kadar emisi Dunia.


Sebenarnya hidrogen, hybrid, dan bahan bakar sintetis bisa menjadi alternatif yang cukup baik, tetapi para pembuat kebijakan tampaknya tidak mau mempertimbangkan sumber bahan bakar lain selain baterai listrik.


Undang-undang Uni Eropa terbaru saat ini telah mengusulkan jika penjualan kendaraan baru bertenaga pembakaran harus dihentikan pada tahun 2035. Akan tetapi, regulasi ini malah mendapat penolakan dari beberapa negara di Eropa.


Setelah Menteri Keuangan Jerman yang menolak regulasi tersebut, kini giliran Republik Ceko, Italia, Portugal, Slovakia, Bulgaria, dan Rumania yang juga ikut menolak regulasi tersebut.


Kelima Negara tersebut mengusulkan, daripada membuat larangan 100% pada tahun 2035, lebih baik dilakukan secara bertahap mulai dari 90% pada tahun 2035 dan 100% untuk tahun 2040. 


Salah satu faktor lain yang juga harus dipertimbangkan adalah perbedaan daya beli masyarakat di Eropa yang tidak sama. Negara-negara kaya mungkin cenderung lebih mudah memberikan subsidi EV untuk masyarakatnya, tetapi beberapa negara miskin di Eropa masih kesulitan.


Hal ini dibuktikan dengan terus menjamurnya mobil berusia tua di jalanan Eropa timur seperti Bulgaria, Serbia, Hungaria, dan yang lainnya.


Berbeda dengan yang diatas, pembeli di Norwegia, Jerman, Finlandia, Monaco, lebih mudah mendapatkan Porsche Taycan dan juga Tesla.


Sulit untuk mengatakan ke arah mana ini akan berjalan, karena Ford, Volvo, Volkswagen, dan yang lainnya sudah lebih dulu memberikan dukungan untuk rencana 2035. Mereka bahkan sudah mulai merombak pabrik untuk mempersiapkan diri menjadi pabrikan mobil listrik seutuhnya.

0 Komentar


Tambah Komentar