https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b8b344a3-0927-410c-8b37-10848a5d4fb3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4a8b3e7f-b47a-415a-8b5b-057d02854e61.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ef4c337b-d6e7-4caa-8260-a8a71c235182.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6fedfec7-54b1-48ca-bba7-94854d9bccf3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c5d4240a-5c74-4ebb-b4e8-2cd9ee72ba3c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b8b344a3-0927-410c-8b37-10848a5d4fb3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4a8b3e7f-b47a-415a-8b5b-057d02854e61.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c5d4240a-5c74-4ebb-b4e8-2cd9ee72ba3c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b8b344a3-0927-410c-8b37-10848a5d4fb3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4a8b3e7f-b47a-415a-8b5b-057d02854e61.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ef4c337b-d6e7-4caa-8260-a8a71c235182.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6fedfec7-54b1-48ca-bba7-94854d9bccf3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c5d4240a-5c74-4ebb-b4e8-2cd9ee72ba3c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b8b344a3-0927-410c-8b37-10848a5d4fb3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4a8b3e7f-b47a-415a-8b5b-057d02854e61.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ef4c337b-d6e7-4caa-8260-a8a71c235182.jpg

20 Tahun Membangun Kerjasama, Nissan Kembali Membutuhkan Bantuan Para Pemasok

25 December 2020

dilihat 53x

Mobilku.com - Ketika Carlos Ghosn tiba di Nissan pada tahun 1999, banyak pemasok yang harus menanggung beban pemotongan biaya demi membantu produsen mobil asal Jepang tersebut terus berjalan. Dua dekade telah berlalu, Nissan yang dulu ‘menekan’ para suppliernya kini kembali mengharapkan pertolongan mereka agar bisa keluar dari masa kritis.


Seperti para pesaingnya, Nissan Motor Corp juga ikut terpukul efek pandemi yang telah melemahkan permintaan secara global. Namun nyatanya Nissan juga memiliki masalah lain yang harus diselesaikan, dan salah satunya adalah jajaran produk yang semakin menua. Mereka mau tidak mau harus menghadirkan mobil baru, yang artinya akan membutuhkan suku cadang yang baru dari pemasok.


Semasa kepemimpinannya, Ghosn diketahui sangat ambisius dalam mengejar jumlah volume penjualan agar perusahaan dapat fokus memberikan harga yang kompetitif dan juga insentif yang menggiurkan, daripada harus mengeluarkan desain terbaru. Ghosn juga mengurangi jumlah pemasoknya menjadi hanya 600 perusahaan, dimana mereka yang tersisa harus mau menurunkan biaya suku cadang dan baru mendapatkan untung dari jumlah volume mobil yang diproduksi. Sederhananya, semakin banyak unit yang diproduksi maka semakin banyak juga permintaan suku cadangnya.


Dalam beberapa tahun terakhir ini Nissan telah kehilangan arah, pihak manajemen kini sedang berupaya untuk memangkas biaya dan akan mengurangi kapasitas produksi guna menghemat hingga 300 miliar yen ($ 2,88 miliar). Dalam sebuah wawancara Chief Operating Officer Ashwani Gupta mengatakan “Pemotongan biaya tidak perlu dipikirkan lagi. Sekarang kami harus mencari cara untuk mendapatkan keyakinan dari pihak internal dan juga external”


Selain tantangan restrukturisasi, Nissan juga harus menghadapi persaingan teknologi yang semakin intensif, terutama di bidang kendaraan listrik dan self-driving. Nissan berencana untuk mengubah line-up kendaraan yang sudah tua, dengan menghadirkan 12 model baru selama beberapa tahun ke depan. 

0 Komentar


Tambah Komentar