https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/11feb843-385f-4217-94cd-99d78df2e562.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/efcc3960-37eb-45b6-9aba-e81f319c8446.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ef712d48-3698-4c9e-8aa5-d057cb4a1989.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6ba461b1-1ee8-4578-a800-c5bc2a25363d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d897e91a-0b96-4014-8ec5-57c88e37e51b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/11feb843-385f-4217-94cd-99d78df2e562.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/efcc3960-37eb-45b6-9aba-e81f319c8446.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d897e91a-0b96-4014-8ec5-57c88e37e51b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/11feb843-385f-4217-94cd-99d78df2e562.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/efcc3960-37eb-45b6-9aba-e81f319c8446.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ef712d48-3698-4c9e-8aa5-d057cb4a1989.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6ba461b1-1ee8-4578-a800-c5bc2a25363d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d897e91a-0b96-4014-8ec5-57c88e37e51b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/11feb843-385f-4217-94cd-99d78df2e562.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/efcc3960-37eb-45b6-9aba-e81f319c8446.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ef712d48-3698-4c9e-8aa5-d057cb4a1989.jpeg

14 Pabrik Toyota di Jepang Stop Beroperasi Akibat 'Glitch' Pada Sistem Komputer

30 August 2023

dilihat 1.435x

Mobilku.com - Jalur perakitan pabrik Toyota di Jepang dilaporkan terpaksa harus ditutup sementara lantaran adanya masalah dengan sistem komputer pada hari Selasa lalu.


Penutupan ini secara langsung telah berdampak pada 28 jalur perakitan di 14 pabrik mobil Toyota yang berlokasi di seluruh Jepang.


Menurut pernyataan resmi dari Toyota, penutupan sementara ini disebabkan oleh error dalam sistem pemesanan suku cadang. 


Kegagalan sistem seperti ini mungkin tidak akan menjadi masalah bagi produsen mobil lainnya. Namun karena Toyota menerapkan sistem pemesanan tepat waktu, mereka tidak mempunyai banyak persediaan.


Di satu sisi, sistem pemesanan tepat waktu memang dapat mengurangi biaya overhead dan biaya produksi. Akan tetapi jika terjadi kesalahan pada sistem seperti ini, menghentikan pesanan suku cadang juga berarti menghentikan produksi.


Melalui juru bicaranya Sawako Takeda, pihak Toyota mengatakan bahwa mereka sedang melakukan investigasi terkait masalah tersebut. Takeda juga mengatakan bahwa dirinya tidak yakin jika kerusakan ini disebabkan oleh serangan siber dari luar.


Sejauh ini Jepang tengah mengalami jumlah kejahatan dunia maya yang cukup mengkhawatirkan selama setahun terakhir. Pada bulan Februari tahun lalu, Toyota terkena dampak ketika salah satu sistem komputer pemasoknya diserang oleh peretas.


Toyota mengatakan bahwa produksi akan dimulai kembali pada hari Rabu. Mereka juga menolak menyebutkan model mana yang mungkin terkena dampaknya. “Kami meminta maaf atas semua masalah yang kami tampilkan,” kata Toyota dalam pernyataan yang diperoleh AP.


Meskipun hanya satu hari tutup, hilangnya produksi dalam satu hari tersebut dapat merugikan Toyota sebanyak 13.000 kendaraan di 14 pabrik dalam negerinya. Beruntung, hanya pabrik di kawasan Jepang yang mengalami 'musibah' ini.


0 Komentar


Tambah Komentar