bravo mobilku.com yang makin kereeen.. sori nih cuma mau usul aja, akan lebih canggih lagi kalo mobilku.com bisa cantumin link2 untuk harga bodypart, spareparts dan asesoris buat segala merk kendaraan.. kalo info gudget aja bisa, kenapa ini ga..? maju teruuus.. thx Radith
 

Tips & Advice

Fitur yang seharusnya ada di mobil anda


(16/06/2006) - Riset di USA menunjukkan efek signifikan ESC mengurangi resiko fatal pada kecelakaan tunggal dan lebih dari satu mobil. Bekerja sangat baik di SUV. Tapi sistem ini juga dikritik.
 
Electronic Stability Control (ESC) dirancang membantu pengemudi untuk mempertahankan kontrol kendaraannya pada manuver kecepatan tinggi atau di jalan licin. Biasanya kondisi itu menimbulkan gejala oversteer atau understeer. ESC mengaplikasikan rem dan kontrol mesin untuk mengendalikan mobil tetap dijalurnya.

Riset di USA pada 2004 menunjukkan efek signifikan ESC mengurangi resiko fatal pada kecelakaan tunggal. Para peneliti dari Insurance Institute Highway Safety (IIHS) menguatkan hasil penelitian 2004 dengan menunjukkan bahwa ESC mengurangi resiko fatal hingga 32% pada kecelakaan antar kendaraan.

Penelitian ini juga mengkonfirmasi pada kecelakaan tunggal ESC bisa mengurangi resiko fatal hingga lebih dari 40%. Para peneliti memperkirakan, jika semua mobil dilengkapi ESC, maka 10,000 kecelakaan fatal di jalanan USA bisa dihindari setiap tahun.

"Penemuan ini mengindikasikan ESC seharusnya jadi standar pada setiap kendaraan," kata Susan Ferguson, senior vice president for research lembaga itu."Jaranrg adalah teknologi safety yang menunjukkan efek begitu besar dalam mengurangi kecelakaan fatal."

Di USA, saat ini 40% kendaraan penumpang keluaran 2006 sudah dilengkapi ESC sebagai perlengkapan standar dan 15 % menawarkannya sebagai optional. ESC menjadi standar di tiap model Audi, BMW, Infiniti, Mercedes-Benz dan Porsche keluaran 2006. Cadillac, Jaguar, Land Rover, Lexus, Mini, Toyota, Volkswagen dan Volvo juga menawarkan pada setiap model, setidaknya optional.

Di Indonesia, mobil-mobi premium biasanya sudah dilengkapi dengan perangkat ini. Bisa jadi pertimbangan harga menyebabkan ESC tidak dipasang di mobil-mobil kebanyakan. Di USA sebagai ESC ditawarkan antara $300 - $800 sebagai sistem tunggal. Bila dilengkapi fitur-fitur lainnya harganya dengan cepat naik diatas $1000.

ESC ditawarkan dengan banyak nama, hampir setiap merek memiliki versi sendiri-sendiri dan nama masing-masing, seperti Electronic Stability Program (DaimlerChrysler, Hyundai, Jeep, Kia, Peugeot, Renault, VW), Dynamic Stability Control (BMW), Electronic Stabilization Program (Audi), dan Vehicle Dynamic Control (Nissan).

Bagaimana ESC bekerja

Rem ABS memiliki sejumlah sensor kecepatan dan ESC menambah sensor yang secara kontinyu memonitor seberapa baik kendaraan merespon input dari roda kemudi. Sensor-sensor ini bisa mendeteksi kapan pengemudi kehilangan kontrol karena mobil melenceng dari jalur yang seharusnya dilalui, -masalah yang sering muncul pada manuver kecepatan tinggi atau jalan licin-. Dalam situasi ini, otomatis ESC mengerem ban-ban secara individual untuk menjaga mobil tetap terkontrol. Bila pengemudi melakukan gerakan manuver mendadak, misal menikung terlalu cepat, mobil beresiko hilang kontrol. Maka ESC akan melakukan serangkaian pengereman yang diperlukan dan pada kasus-kasus tertentu juga mengurangi kecepatan mobil agar mobil tetap terkontrol.

ESC diperkenalkan pertamakali oleh Robert Bosch GmbH, perusahaan komponen otomotif ternama Jerman. Sistem ini disebutnya Elektronisches Stabilitätsprogramm (ESP) yang pertamakali dipakai Mercedes-Benz dan BMW tahun 1995. Continental Automotive System kemudian menawarkannya ke pasar lebih luas dengan nama Electronic Stability Control yang kemudian jadi nama generik, meskipun banyak produsen otomotif memakai nama lain untuk versinya masing-masing.

ESC terbilang baru. Baru beberapa tahun lalu para peneliti mendapat data yang cukup untuk menganalisa efeknya terhadap kecelakaan sesungguhnya. Dengan menggunakan data-data Fatality Analysis Reporting System dan laporan polisi mengenai kecelakaan di 10 negara bagian antara 2001 - 04, IIHS membandingkan rate kecelakaan untuk sedan dan SUV (model yang sama) yang menggunakan ESC dan tidak.

ESC diketahui memberikan manfaat lebih besar untuk SUV dibandingkan sedan. Reduksi resiko kecelakaan tunggal untuk SUV mencapai 49% dibanding 33% untuk sedan. Banyak kecelakaan tunggal juga membuat mobil terguling. Efektifitas ESC mencegah rollover sangat dramatis. ESC mengurangi resiko SUV terguling hingga 80% dan 77% sedan.

Kritik ESC

Namun ESC juga dikritik karena sejumlah pengemudi merasa fitur membatasi eksplorasi pengemudi terhadap perilaku dinamis mobil mereka. ESC 'merampok' kesenangan mereka berkendara, katanya. Karena itu, beberapa perusahaan otomotif menawarkan sistem dimana pengemudi bisa memilih untuk menghilangkan fungsi ESC. Yang lain menambah batas toleransi oversteer atau understeer sebelum ESC menginterverensi. Ada juga pengemudi yang memodifikasi ESC mereka.

Kritik lain, karena menggunakan ESC, ada pengemudi yang merasa bisa ngebut sesuka hatinya ketika melewati tikungan, melewati batas yang dapat ditoleriri mobil atau sistem ESC. Bila ini terjadi, mobil akan terbanting dengan sangat keras dan menimbulkan bahaya lebih besar.

Bookmark and Share

Kirim iklan ini ke teman Anda