Strategi Toyota Dibalik Obral Paten Mobil Listrik

08 May 2019
Mobilku.com - Toyota memilih langkah strategis dengan menjadi vendor untuk perangkat mobil listrik. Mereka menyediakan beragam kebutuhan produsen mobil listrik di seluruh dunia, mulai dari motor listrik, baterai hingga cloud computing. Hal itu diungkapkan EVP Toyota, Shigeki Terashi kepada media.

Bulan lalu, anak perusahaan Toyota Group, Tsusho membeli saham Fukuta, produsen motor Taiwan untuk kendaraan listrik. Berapa banyak saham yang dibeli tidak diketahui.

Fukuta bukan perusahaan asing bagi Toyota Group. Tsusho, trading arm Toyota Group sudah mengendalikan aktifitas penjualan dan pemasaran produk Fukuta sejak 2017.

Konon kabarnya, Fukuta Electric & Machinery Co. ini adalah pemasok komponen motor listrik atau bagian dari motor listrik untuk Tesla Motors, Inc. Tahun lalu, JB Straubel dari Tesla mengunjungi Fukuta dengan membawa kabar baik. Yaitu "target penjualan Tesla adalah 500.000 unit pada tahun 2018 dan 1 juta unit pada tahun 2020," dimana Fukuta berjanji "untuk membangun tiga pabrik dalam menanggapi permintaan."

Investasi Toyota ke pembuat motor Taiwan ini hanya satu langkah kecil untuk menjadi pemasok utama komponen mobil listrik. Untuk memuluskan rencananya, Toyota juga membagikan secara gratis lebih dari 24.000 paten terkait hybrid dan fuel cell. Tujuannya agar proses pengembangan mobil listrik bisa lebih masif.

Sebelumnya Toyota dan Panasonic bekerjasama membangun perusahaan baterai mobil listrik. Dalam perusahaan yang juga memproduksi inverter, Toyota menguasai 51 persen saham, sisanya Panasonic.

Salah satu kendala belum populernya mobil listrik adalah harganya yang relatif mahal. Hal itu disebabkan karena skala ekonominya masih belum ideal. Dengan menyediakan komponen untuk produsen mobil lain, Toyota bisa meningkatkan skala ekonominya. Hal itu bisa diterjemahkan sebagai harga yang lebih terjangkau.

Toyota lebih terkenal sebagai pendukung mobil hybrid dan bukan produsen mobil listrik seperti Tesla. Namun semua komponen mobil listrik ada di mobil hybrid seperti motor listrik baterai dan inverter. Dalam hal ini, tidak ada yang bisa memandang remeh Toyota.

Perusahaan ini sudah 20 tahun menjual mobil Prius hybrid dengan penjualan kumulatif 10 juta unit. Toyota kini memiliki 33 model hybrid dalam portofolio global dan tahun depan Toyota menargetkan bisa menjual 15 juta hybrid.

Toyota juga menginvestasikan dana yang tidak sedikit ke perusahaan ride hailing seperti Uber dan Grab serta menyediakan fasilitas cloud computing yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Toyota juga mengembangkan sistem operasi yang disebutnya Automotive Grade Linux.(*)
© 1999-2019 Mobilku.com